Tim Internasional: Ishal Uryan, salah satu pimpinan Partai Kebebasan dan Keadailan yang berada di bawah naungan gerakan Ikhwanul Muslimin mewanti-wanti masyarakat akan kemenangan sisa-sisa rezim Mubarak di pemilu putaran kedua Mesir.
Menurut laporan IQNA, menukil dari website el-balad, Isham Uryan, salah seorang pemimpin Partai Kebebasan dan Keadilan dan pimpinan Komite Perhubungan Luar Negeri Parelemen Mesir dalam sebuah pertemuan semalam di Kairo menyatakan: "Negeri ini dalam bahaya" adalah kata-kata yang tepat mengingat berlangsungnya putaran kedua pemilu Mesir. Karena kami menyaksikan upaya-upaya sebagian pihak untuk menghidupkan kembali rezim Husni Mubarak, diktator Mesir yang telah lengser."
Isham Uryan selanjutnya mengatakan: "Sama sekali kami tidak akan membarkan rezim Mubarak kembali ke atas pentas pemerintahan untuk kedua kalinya dan kami pasti akan memotong tangan-tangan siapapun yang mengusahakan hal itu."
Ia menambahkan: "Muhammad Morsi, calon dari Ikhwanul Muslimin, untuk menyelamatkan bangsa ini telah memulai beberapa pertemuan dan perundingan dengan calon-calon lainnya."
Ia mengingatkan: "Masa berikutnya adalah masa yang sangat berat dan tugas yang berat itu diembankan ke pundak setiap kelompok. Kami ingin kita bersama-sama berperan aktif dan positif di parlemen dan daulat Mesir."
Ikhwanul Muslimin Mesir pernah menyatakan: "Suara 90% dari semua suara di setiap propinsi menunjukkan bahwa pemilu akan diadakan untuk kedua kalinya dalam persaingan antara Muhammad Morsi kandidat Ikhwanul Muslimin dengan Ahmad Syafiq perdana menteri rezim Mubarak."
Berdasarkan laporan tersebut, putaran kedua pemilu akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Juni.
1016403