Qari pertama yang tampil pada Senin malam, 9 Juli, adalah Muhammad Samir Zeydan dari Libanon yang membacakan ayat-ayat dari Surah An - Nur.
Selanjutnya, Amina dari Bosnia Herzegovina membacakan Al-Quran yang mana penampilannya cukup dapat diterima dibandingkan dengan peserta lain dalam kategori wanita.
Namun perwakilan Thailand, Ibrahim, memiliki penampilan terbaik di antara 11 Qari yang membacakan Al-Qur'an pada malam keempat.
Master Quran dari Iran, Ahmad Abolqassemi, yang berada di Kuala Lumpur, mengatakan kepada IQNA bahwa Ibrahim baik dalam suara dan nada (sout wa lahn) tetapi memiliki masalah dalam Wakaf dan Ibtida.
Dia juga mencatat bahwa bacaan perwakilan Republik Islam Iran, Amin Pouya, dalam kompetisi tersebut adalah jauh lebih baik daripada yang lain, termasuk Qari Thailand.
Berbicara kepada IQNA, Pouya menjelaskan bacaan Ibrahim sebagai baik, berkesan, meskipun ia tidak terlalu baik dalam mengamati aturan Wakaf dan Ibtida.
Pouya juga mengatakan ia tidak yakin apakah anggota panel juri mementingkan Wakaf dan Ibtida dalam penilaian mereka kepada para kontestan.
Perwakilan dari Kirgistan, Vietnam, Ghana dan Guinea adalah yang terakhir tampil pada Selasa malam.
Kompetisi Quran Internasional Malaysia Ke-54 dimulai pada hari Jum'at, 6 Juli 2012 di Kuala Lumpur dengan moto "Al-Quran: Penggerak Transformasi umat Moderat".
63 Qari pria dan wanita dari 45 negara menghadiri acara internasional tersebut di Putra Jaya World Trade Center.
1048966