IQNA

Kontribusi Pusat – Pusat Al – Quran dalam Pameran Al – Quran Internasional Meningkat 20%

23:41 - July 14, 2012
Berita ID: 2368300
Edisi ke-20 Pameran Internasional Al Quran akan mengalami peningkatan 20% dalam partisipasi dari pusat – pusat dan lembaga – lembaga Quran yang berbeda, Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam mengatakan.
Berbicara pada konferensi pers pameran pada 11 Juli 2012, Seyyed Mohammad Hosseini menguraikan program – program berbeda yang direncanakan untuk pameran dengan kerjasama yang luas dari berbagai organisasi dan lembaga publik. Dia mengatakan pameran ini akan dibuka pada tanggal 15 Juli 2012 dan berlangsung selama sebulan hingga 14 Agustus 2012. Jam kerja diatur dari pukul 16:00 sampai tengah malam pada hari kerja dan dari pukul 14:00 sampai tengah malam pada akhir pekan dan liburan. "Pameran tahun ini akan diselenggarakan dengan moto ‘Quran: Budaya Kesadaran' dan menawarkan berbagai subjek termasuk penelitian Quran dan propagasi, Itrat, budaya Razavi, Sahifah Sajjadiah, Nahj al-Balaqah, diskusi berteori, mengubah humaniora, produksi nasional, hijab, mistisisme palsu, sekolah, dll " Mengacu pada peningkatan 20% dalam kontribusi pusat Quran untuk pameran edisi ini, ia menambahkan bahwa sekitar 30 forum Quran diharapkan dapat diselengggarakn selama acara. Hosseini juga menyinggung pembentukan Deputi Quran dan Itrat di Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam yang dibentuk dengan tujuan mempromosikan lebih lanjut kegiatan Alquran dalam masyarakat. Juga berbicara dalam konferensi tersebut Hojat-ol-Islam Hamid Mohammadi, wakil menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam dalam urusan Al-Qur'an dan direktur dari edisi ke-20 dari Pameran Al – Quran yang menekankan pameran sebagai ajang menampilkan kegiatan Qurani negara. "50 negara diharapkan akan menghadiri bagian internasional pameran," lanjutnya. Ia menambahkan bahwa untuk pertama kalinya, penerbit internasional dari Irak, Lebanon, dll akan menawarkan karya-karya mereka untuk dibeli. "Bagian artistik termasuk kategori kaligrafi, grafik, ilustrasi, teater jalanan, drama lokal, membacakan drama Revolusi, dll," tambahnya. Hojat-ol-Islam Mohammadi lebih lanjut mencatat bahwa pameran akan dilaksanakan hanya menggunakan anggaran Departemen Kebudayaan itu. 1050651
captcha