Lembaga Syiah tersebut mengajukan permohonan kepada perdana menteri India dan menteri komunikasi dan informasi negeri itu agar film seputar Karbala yang ditayangkan di layar lebar minggu-minggu ini dihentikan tayangannya, karena telah melukai perasaan umat Islam.
Maulana Raza Muhammad Athar, ketua Majelis Ulama Syiah India dalam pernyataannya mengatakan: "Seharusnya film itu menunjukkan sifat-sifat Imam Husain as. Namun nyatanya, tidak, justru menampilkan adegan-adegan yang menyakiti perasaan umat Islam."
Ia menambahkan: "Menurut syariat agama, dibuatnya film-film yang menampilkan sosok dan wajah suci manusia-manusia agung tidak dibenarkan dan tak patut."
Film tersebut menampilkan Imam Husain as tanpa sensor, dengan menunjukkan tubuh dan wajahnya secara jelas.
1056878