Syaikh Ali Salman, ketua asosiasi Islami Al-Wafa' di Bahrain dalam wawancaranya mengatakan: "Negara-negara tetangga banyak yang menyatakan kesediaannya untuk membantu rakyat Bahrain menyelesaikan masalah politik negaranya dengan menjadi perantara secara tak langsung. Namun pemerintah Manama tak pernah bersedia dengan penyelesaian masalah ini."
Syaikh Ali Salman melanjutkan pembicaraannya tentang bahwa rakyat Bahrain tidak akan pernah menyerah dalam berjuang untuk meraih hak-haknya. Ia menambahkan: "Upaya rezim Al-Khalifah untuk mencegah terjadinya aksi-aksi demo di Manama sangat tak masuk akal sekali."
Ketua asosiasi Islami Al-Wafa' menjelaskan: "Jika perundingan politik dilakukan secara jujur, bukan hanya sekedar formalitas saja, rakyat pasti mendukung. Namun jika tidak, rakyat tak pernah mau menyatakan dukungannya."
Syaikh Ali Salman juga menambahkan: "Penangkapan aktivis-aktivis politik Bahrain justru membawa hasil yang bertentangan dengan kinginan rezim penguasa. Usaha tersebut bakal membawa krisis Bahrain ke jurang yang makin dalam."
Berdasarkan berita ini, koalisi pemuda revolusi 14 Februari Bahrain menggelar acara solidaritas untuk keluarga yang ditinggal pergi oleh para pahlawan revolusi di desa Syaihd Abudl Ridha Buhamid.
Aksi demo para revolusioner di berbagai kawasan selalu mendapatkan respon kekerasan dari pihak polisi keamaan rezim penguasa Al-Khaliifah.
Selain mendapatkan perlawanan keras dari pihak pemerintah, aktivis-aktivis yang berperan dalam aksi-aksi tersebut pun ditangkap dan dipenjarakan. Mereka diinterogasi dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi di dalam penjara.
Meskipun para aktivis HAM menuntut kebebasan mereka, tak ada sedikitpun respon dari pihak rezim Al-Khalifa sebagai jawaban.
Sumber: Aba'
1063353