IQNA

Pemaknaan Istilah dan Bahasa Al Quran Harus Diserahkan Kepada Ahlinya

12:16 - July 25, 2007
Berita ID: 1566089
Luasnya pembahasan, Tidak adanya kontrol yang seharusnya merupakan problema dan keurugian yang harus diterima dalam permasalahan istilah dan bahasa Al Quran, karena itu dibutuhkan secara serius para ahli yang membahas hal itu secara teliti dan mendalam
DR. Ahmad Khatami, Guru Besar di Universitas Syahid Behesyti dalam wawancaranya dengan Ina mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa mereka yang akan terjun dalam dunia penulisan buku yang membahas dan mendefinisikan istilah yang ada di dalam Al Quran haruslah orang yang sudah mendalami Al Quran, tafsir Al Quran, ulumul Quran dan ada saat yang sama harus memiliki kejelian dan keuletan untuk membahasnya secara mendalam.

Menurutnya, sepanjang sejarah kamus-kamus istilah Al Quan yan ditulis sejak awal penulisan buku-buku Islam didasari oleh niat baik dalam rangka penelitian dan tugas keagamaan.

pengarang kamus tematik Al Quran juga menjelaskan, bahwa Al Quran sebagai sebuah buku yang komprehensif dan membahas banyak permasalahan yang berhubungan dengan berbagai masalah seperti politik, sosial, ekonomi dan bahasa banyak menarik perhatian konsentrasi para intelektual dunia baik muslim atau non muslim termasuk para orientalis Eropa yangmana hasil karya mereka dalam membuat katalog tematik dan istilah menjadi saksi dan bukti atas hal itu.

Guru Besar Univeritas Syahid Behesyti memberikan kesaksian akan kepopuleran kitab Kamus Al Quran yang ditulis oleh Ar Raghib Al Isfahani dan dikenal dengan nama "Muiradat Ar Raghib"
menurutnya ia adalah kamus Al Quran yang indepeden dan terkenal di kalangan para ulama dan peneliti ilmu Tafsir. Beliau terlebih dulu mejelaskan makna bahasa, kemudian makna yang digunakan dalam Al Quran dan pada akhirnya akar kata dan analisa serta tafsirnya

Khatami menegaskan, bahwa kamus pertama Al Quran yang akan diterbitkan di Iran haruslah dimulai dengan indeks ayat, sehingga sangat bermanfaat bagi para peneliti, penerjemah dan penafsir Al Quran.

Kalau kita menelaah beberapa kitab tafsir yang ditulis oleh para ulama terdahulu, mereka ada yang memberikah ruang pembahasan yang cukup tentang makna bahasa dan asal katanya, kemudian menjelaskan beberapa pandangan dan tafsir ayatnya, seperti Syaikh Thabarsi dalam kitabnya Majma'ul Bayan sehingga demikian beliau memberi jalan pada para peneliti dan mufassir yang datang setelahnya ntuk menemukan makna baru dan tafsir yang lain.

Ada pula menurutnya para mufassir yang membahas ayat Al Quran sesuai dengan kebutuhan yang dialami pada zaman mereka hidup sehingga bukunya ditulis secara tematik ayat-ayat hukum, akhlak dan politik.

Sesuai denga telaah yang ia lakukan, menurutnya indeks kata Al Quran terkuno adalah yang ditulis oleh Zjul Layim, seorang orintalis dari Perancis dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh Almarhum Ilahi Qimsyi iy dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Fuad Al Baqi setelah sekian tahun Al Marhum Syakrani memerikan tambahan dan penyempurnaan.

Saat ini para penulis kamus Al Quran haruslah memahami apa yang ditulis oleh para ulam yang terdahulu dan menambahkan kepadanya hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini sehingga dapat menghasilkan yang lebih sempurna dan lebih bermanfaat dari yang sebelumnya.

Berkenaan dengan interpretasi baru dan istilah baru yang sebelumnya tidak ada dan dianggap sepadan dengan sebuah kata lama, menurutnya bisa saja pada setiap masa ada pemahaman baru danintepretasi baru sesuai dengan tingkat pendidikan dan latar belakang penulis dan kebutuhan yang dihadapi pada saatnya.

141663

captcha