Menurut Iena mengutip situs web Al-Kafeel, Nafi' Al-Moussawi—kepala Departemen Perbendaharaan dan Manuskrip di Haram Suci Al-Abbas (as)—menyatakan: "Museum ini menerima 106.000 pengunjung antara tanggal 1 hingga 20 Safar, yang merupakan puncak kedatangan peziarah ke kota suci Karbala untuk memperingati Arbain Imam Husain (as)."
“Proses penghitungan pengunjung dilakukan melalui kamera yang dipasang di pintu masuk ruang pameran museum; kamera-kamera ini memantau dan mencatat secara akurat jumlah pengunjung selama kunjungan berlangsung, sehingga memungkinkan diperolehnya statistik terdokumentasi mengenai jumlah pengunjung tersebut,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa tingginya jumlah pengunjung di ruang pameran museum menunjukkan minat mereka untuk mengenal berbagai monumen bersejarah dan benda-benda berharga yang ada di museum, serta untuk memahami nilai sejarah dan budayanya.
Makam suci Abbasi mengambil langkah awal dalam pendirian museumnya dengan membuka sebuah ruangan untuk memamerkan artefak museum pada tanggal 15 Jumadil Awal 1431 H/2009 M, bertepatan dengan peringatan hari kelahiran Sayyidah Zainab al-Kubra (sa).
Setelah itu, Museum Karya dan Naskah Berharga didirikan pada tahun 2014. Museum ini mencakup berbagai cabang dan unit, termasuk enam departemen khusus untuk urusan museum, seperti bagian administrasi, perbendaharaan, dokumen, arsip, ruang pameran, laboratorium, dan media museum.
Museum Perbendaharaan dan Manuskrip Al-Kafeel, yang berafiliasi dengan haram suci al-Abbas (as), menekankan pentingnya seni Islam sebagai sarana pelestarian identitas budaya serta sumber tepercaya bagi penelitian akademis di bidang sejarah, arkeologi, warisan budaya, dan museologi. (HRY)