
Dalam wawancara dengan IQNA, Hujjatul Islam wal Muslimin Mahmoud Mousavi Shahroudi, seorang mubaligh dan peneliti internasional, secara singkat menyebutkan kegiatannya dan menjelaskan tafsir audio-visualnya, yang telah diselesaikannya selama 10 tahun terakhir. Teks percakapan ini adalah sebagai berikut:
Iqna - Pertama-tama, tolong jelaskan secara singkat kegiatan ilmiah Anda?
Saya memulai pendidikan saya di hauzah Masyhad dan datang ke Qom untuk melanjutkan studi saya ketika saya berusia sekitar 15 tahun. Ketika saya berusia sekitar 18 tahun, saya menghadiri kelas yang diajarkan oleh Ayatulah Vahid Khorasani dan Ayatulah Tabrizi. Dari usia 19 hingga 31 tahun, saya mengikuti Dars Kharij kedua marja agama ini dan juga mengajar. Sejak 2018, saya telah mengambil kursus bahasa Inggris di Qom, dan saya juga menghadiri kursus bahasa Inggris khusus di Teheran, dan saya melakukan perjalanan dakwah pertama saya ke Nigeria.
Di Nigeria, bahasa Arab dan Inggris digunakan, dan saya memberikan kuliah di sana dalam bahasa Arab dan Inggris. Saya juga mengajar bahasa Inggris dan Arab di sebuah hauzah Nigeria yang memiliki 70 siswa. Setelah setahun, saya dipindahkan ke Zambia. Di Zambia, saya mengajar fikih dalam bahasa Arab dan Inggris selama 2 tahun dan menyampaikan khotbah Jumat dalam bahasa Inggris. Semua kuliah saya juga dalam bahasa Inggris. Saya juga memberikan ceramah selama 30 malam Ramadhan dan sepuluh malam-malam Muharram.
Setelah itu, saya berada di Amerika Serikat selama sekitar 8 tahun, pertama mendapatkan gelar master dari Universitas Harvard dan kemudian gelar master dari Universitas Negeri Florida, dan pada saat yang sama bekerja di bidang periklanan.
Pada Jumat malam, saya mengajar tafsir Alquran kepada sejumlah orang terpelajar dari Iran, Lebanon, dan Irak. Saya juga memberikan ceramah pada hari Sabtu setiap pekan dan pada acara-acara khusus sepanjang tahun, seperti 30 malam bulan Ramadhan dan 10 malam-malam bulan Muharram.
Saya pindah ke Amerika Utara dan Kota New York untuk meraih gelar doktor. Di sana saya menjadi direktur Islamic Center New York dan diterima untuk menerima gelar Ph.D. di Temple University di Philadelphia.
Di New York, saya juga menyampaikan pidato kepada warga Iran yang tinggal di New York pada semua kesempatan.
Setelah setahun di Amerika Serikat, saya kembali ke Iran dan mengajar kursus bahasa dan pendidikan khusus di Universitas Teheran. Pada saat itulah Hujjatul Islam Qiraati mengusulkan proyek Tafsir.
Selain tafsir Alquran, saya memiliki program lain di berbagai saluran, termasuk 250 program tentang Nahjul Balaghah dan 200 program tentang diskusi moral dan fikih. Sampai saya mulai menafsirkan Alquran dan fokus padanya. Selama waktu ini, saya mengajar mata kuliah fikih dalam bahasa Inggris kepada mahasiswa asing dalam program magister dan doktoral di Universitas Qom, Jamiah Al-Mustafa (saw), dan Jamiah Al-Murtaza (as).
Saat ini saya sibuk membuat syarah Nahjul Balaghah dan merekam program harian.
Iqna - Tolong jelaskan tafsir audio visual Alquran dalam bahasa Inggris yang telah Anda buat?
Pada tahun 88 HS, Hujjatul Islam Qaraati menghubungi saya dan berbicara kepada saya tentang tafsir Alquran. Beliau menyarankan agar saya menawarkan kursus tafsir Alquran dalam bahasa Inggris, dengan menggunakan fasilitas yang mereka sediakan. Saya menyambut baik pekerjaan ini dan beberapa program telah direkam dan disetujui.
Iqna - Tahun berapa Anda memulai pekerjaan ini dan berapa lama itu berlangsung?
Tafsir Alquran ini memakan waktu setidaknya 10 tahun, dan sekitar 7.000 program klip audio dan video diproduksi untuk pertama kalinya.
Iqna - Pernahkah Anda berpikir untuk menuliskan tafsir ini?
Saya bersikukuh bahwa menuangkan karya ini dalam bentuk tulisan akan sangat baik, sebab kita memaparkan tafsir Alquran dari sudut pandang orang yang pernah hidup di masyarakat Barat, dan mengenal pembaca di sana. Menurut saya, mengamalkan dan menuliskannya juga merupakan hal yang sangat baik, akan tetapi sangat melelahkan dan memerlukan tenaga. Namun hal ini belum terlaksana, tetapi kami berharap dapat menuliskannya di masa mendatang.
Iqna - Apakah ada tafsir Alquran dalam bahasa Inggris?
Kita tidak memiliki tafsir visual Alquran yang lengkap di kalangan Syiah, dan bahkan di kalangan Sunni, jika ada yang lengkap, itu sangat langka. Beberapa tafsir telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tetapi tidak ada tafsir bahasa Inggris dalam bentuk gambar.
Iqna - Apa metode tafsir Anda dalam program-program ini? (Tematik, naratif, surat per surat, ayat per ayat atau...)
Awalnya, karena rencananya adalah memberikan tafsir Alquran secara lengkap, maka kami mulai dari surah ke-30 Alquran dan meneruskan surah demi surah hingga akhir surah ke-30. Kemudian kami sampaikan tafsir surah ke-29 dan kemudian surah ke-28. Setelah itu, kami mulai dari awal Alquran dan merekam surah ke-27 secara tertib. Program-program tersebut disusun dan ditafsirkan ayat demi ayat dan surah demi surah.
Terkait dengan metode tafsir, karena spesialisasi saya adalah fikih dan teologi, maka dalam tafsir pun demikian, yakni ayat-ayat yang mengandung persoalan fikih dan teologi disorot dan diberi penekanan yang kuat. Dalam masalah teologi, jika terjadi perselisihan dan terdapat riwayat-riwayat tentangnya, maka yang ditekankan adalah riwayat-riwayat yang disepakati oleh para ulama Syi'ah, tanpa menyebut riwayat-riwayat yang dhaif. Karena itu, penafsiran ini dapat dikatakan bersifat teologis-fikih.

Iqna - Seberapa baik tafsir ini diterima oleh penduduk negara-negara tersebut?
Saya tidak bertanggung jawab atas penyiaran, dan lembaga yang mensponsori program ini, Institut Hujjatul Islam Qaraati menyiarkan tafsir ini dan memberikan sekitar 1.000 program kepada Perusahaan Penyiaran Iran, yang disiarkan di televisi, sehingga perkiraan mereka adalah bahwa program-program ini diterima dengan baik dan mendapat umpan balik yang baik.
Karena kaum Syiah non-Iran di negara-negara berbahasa Inggris tidak memiliki tafsir bahasa Inggris yang tetap, tafsir ini dibutuhkan oleh mereka dan disambut baik.
Iqna - Bagaimana Anda menilai perlunya penerjemahan audio-visual Alquran ke dalam bahasa Inggris atau bahasa lain?
Kami telah melakukan sedikit sekali pekerjaan pada isu budaya. Di bidang penerjemahan Alquran, banyak sekali terjemahan-terjemahan yang dibuat oleh ulama Sunni yang merupakan terjemahan-terjemahan yang baik, dan kecuali pada hal-hal kecil yang terdapat perbedaan, kami pun menerimanya. Terjemahan bahasa Inggrisnya juga bagus, tentu saja kaum Syiah juga memiliki empat atau lima terjemahan bahasa Inggris yang bagus.
Beberapa terjemahan Alquran ke dalam bahasa Inggris antara lain: terjemahan Yusuf Ali (seorang Sunni) ke dalam bahasa Inggris, terjemahan Syakir yang sangat bagus, terjemahan Ibu Saffar yang telah menerjemahkan Alquran secara lengkap dan merupakan terjemahan yang bagus, dan terjemahan Syekh Sarwar di New York yang juga merupakan terjemahan yang bagus.
Dalam hal penafsiran, kami sangat berbeda dengan kaum Sunni. Terutama dalam masalah teologis, perbedaan antara Syiah dan non-Syiah jelas. Oleh karena itu, dari sisi fikih dan teologis, penafsiran kita menjadi perlu, sebab fikih dan teologi Syi'ah tertuang dalam tafsir Alquran. Oleh karena itu, dasar-dasar fikih dan teologi Syiah perlu disebarluaskan kepada khalayak melalui cara ini.
Iqna - Kelompok mana saja yang menjadi target audiens program ini?
Audiens saya adalah penutur bahasa Inggris yang ingin memahami tafsir secara ilmiah dan lebih dari sekadar penerjemahan. Misalnya, apa pendapat Syiah tentang masalah fikih? Dalam masalah jihad, hendaknya mereka mengetahui apakah jihad ibtida’i (permulaan) dibolehkan pada masa ghaibah atau tidak. Ini adalah masalah yang menjadi perhatian penutur bahasa Inggris. Audiens saya adalah akademisi berbahasa Inggris, dan ini bisa sangat berguna bagi mereka.
Iqna - Apa saran Anda untuk penerbitan dan pendistribusian tafsir ini dengan lebih baik kepada semua pembaca berbahasa Inggris?
Akan lebih baik jika tafsir ini disusun secara tertulis. Dalam karya ini, saya menempatkan riwayat-riwayat sebagai hal yang penting dan tidak mengutip riwayat yang dhaif. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika tafsir ini diimplementasikan, dan klip berdurasi 20 menit pun harus diringkas, disusun secara tematis, dan diberi judul untuk menarik lebih banyak perhatian audiens. (HRY)