IQNA

Malaysia Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Memantau dan Percepat Pencetakan Alquran

8:54 - November 01, 2025
Berita ID: 3482941
IQNA - Malaysia menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses pemantauan keaslian Alquran cetak.

Menurut Iqna mengutip Bernama, sebuah sistem baru di Malaysia bernama iTAQ akan menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses pemeriksaan keaslian Alquran cetak.

Kementerian Dalam Negeri Malaysia (KDN) telah meluncurkan sistem verifikasi berbasis AI ini untuk memverifikasi salinan Alquran cetak dengan cepat dan akurat.

Shamsul Anuar Nasarah, Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, mengatakan sistem yang dikelola oleh Lembaga Pengawalan dan Pelesanan Pencetakan Alquran (LPPPQ) ini akan memperkuat verifikasi salinan Alquran sejalan dengan tantangan kompleks saat ini.

Ia mengatakan bahwa dengan menerapkan inovasi seperti sistem iTAQ, LPPPQ memenuhi tanggung jawabnya untuk memastikan keaslian teks Alquran dan kepatuhan terhadap hukum Islam.

“Badan ini berperan dalam menjaga kesucian Alquran. Lembaga ini bukan penghambat kemajuan, melainkan penyaring dari segala hal yang dapat membahayakan keakuratan bacaan dan pemahaman Alquran di kalangan umat Islam,” lanjutnya.

Selain sistem iTAQ, kementerian juga meluncurkan kerangka kerja profesional untuk dewan verifikasi Alquran (ProQuran), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas konsultan Alquran yang ditunjuk oleh industri penerbitan.

Sementara itu, Shamsul Anuar mengatakan bahwa pihak berwenang telah menyita lebih dari 53.000 teks Alquran dan berbagai materi yang ditemukan melanggar Undang-Undang Percetakan Teks Alquran 1986 (Undang-Undang 326) antara Januari - September tahun ini, dan 295 kasus investigasi telah dibuka.

Ia menambahkan bahwa selama bulan Ramadhan saja, 201 kasus investigasi telah dibuka.

Ia menambahkan bahwa selama penindakan terhadap pelanggar, yang bertepatan dengan bulan Ramadhan tahun ini, tindakan penegakan hukum menghasilkan denda sebesar RM950.000. (HRY)

 

4313768

captcha