IQNA

Pemimpin Tertinggi Revolusi Sampaikan Terimakasih kepada Dewan Mufti Rusia

8:39 - May 02, 2026
Berita ID: 3483570
IQNA - Duta Besar Iran untuk Moskow menyampaikan pesan terima kasih dari Pemimpin Tertinggi Revolusi kepada Dewan Mufti Federasi Rusia kepada kepala dewan tersebut, yang pada gilirannya mengumumkan solidaritas baru umat Muslim Rusia dengan pemerintah dan bangsa Iran melawan agresi rezim Zionis dan Amerika Serikat.

Menurut Iqna, Kazem Jalali, duta besar Republik Islam Iran untuk Moskow, bertemu pada hari Kamis, 30 April, dengan Mufti Ravil Gaynutdin Hazrat, kepala Dewan Mufti Federasi Rusia, dan menyampaikan pesan penghargaan dan terima kasih dari Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei kepada kepala Dewan, menyusul pesan belasungkawa dari Dewan Mufti negara ini pada kesempatan syahidnya Pemimpin Tertinggi Revolusi.

Dalam pertemuan ini, duta besar Iran juga mengapresiasi sikap Mufti Ravil Gaynutdin dan menyatakan solidaritas umat Muslim Rusia dengan rakyat Iran, dengan mengatakan: “Iran tidak menyerang negara mana pun, tetapi Amerika menyerang negara kami dua kali di tengah negosiasi dengan rencana yang penuh tipu daya”.

Ia menyatakan bahwa keamanan dan stabilitas di Teluk Persia harus dilokalisasi. “Bertahun-tahun yang lalu, pemimpin Revolusi Islam yang gugur mengajak semua negara Teluk Persia untuk melokalisasi keamanan. Negara-negara Arab adalah teman kita, kita tidak pernah bermaksud menyerang mereka dan kita tidak melakukannya, tetapi alih-alih melokalisasi keamanan di wilayah ini, mereka melakukan kesalahan besar dengan menyerahkan keamanan kepada kontraktor Amerika.,” ucapnya.

Jalali menyatakan bahwa Revolusi Islam telah mengembalikan Iran ke garis depan Islam dan berkata: "Negara-negara Arab harus bertanya apa kejahatan Republik Islam Iran? Hari ini, Iran diserang dari tanah mereka. Sebelum revolusi, pemerintahan Shah mengakui rezim Zionis dan kedutaan besarnya aktif di Teheran. Saat ini, sebagian besar pengeluaran kita disebabkan oleh perjuangan melawan Israel".

Duta Besar Republik Islam Iran menyatakan bahwa masalah rezim Zionis bukan hanya dengan Iran, tetapi mereka juga tidak dapat mentolerir negara-negara Islam yang kuat di kawasan tersebut. Ia menekankan: “Jika masalah Iran diselesaikan untuk negara-negara Barat, yang tidak akan terjadi, maka giliran berikutnya akan menuju negara-negara Islam di kawasan tersebut. Untuk melawan konspirasi ini, kita harus kembali pada ajaran Alquran, yaitu persatuan dan berpegang teguh pada tali Allah”.

Dalam pertemuan ini, Mufti Ravil Gaynutdin Hazrat, sambil mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Tertinggi atas kebaikannya kepada Dewan Mufti dan doanya untuk umat Muslim Rusia, mengumumkan kembali solidaritas umat Muslim Federasi dengan pemerintah dan rakyat Iran melawan agresi rezim Zionis dan Amerika Serikat, dan mengatakan: “Umat Muslim Rusia mendukung Iran dan dengan tulus mengagumi keteguhan dan keberanian bangsa Iran”.

“Para agresor bermaksud untuk menghasut rakyat melawan pemerintah dengan menduduki Iran, tetapi bangsa Iran, dengan kekompakan dan persatuannya, menghancurkan rencana jahat mereka,” imbuhnya.

Ketua Dewan Mufti Federasi Rusia menganggap konspirasi rezim Zionis dan Amerika Serikat untuk mengadu domba negara-negara Arab dan Iran serta menciptakan perpecahan di antara umat Islam sebagai hal yang penting, dan menyatakan: Republik Islam Iran, melalui komunitas internasional, dengan jujur ​​dan transparan mengumumkan kepada negara-negara Arab di Teluk Persia bahwa jika serangan dilakukan terhadap Iran dari pangkalan-pangkalan Amerika, kami akan terpaksa menyerang pangkalan-pangkalan tersebut.

Mufti Ravil Gaynutdin Hazrat menyatakan bahwa pangkalan militer tidak dapat menjamin keamanan dan stabilitas, dan bahwa negara-negara Arab telah menyadari hal ini, dan menyatakan: “Jika umat Muslim memiliki solidaritas dan persatuan, Front Setan tidak akan pernah mampu mengulangi agresi terhadap Gaza, Suriah, Iran, dan Lebanon”. (HRY)

 

4349665

captcha