IQNA

Kerjasama dalam Alquran/ 8

Kontras (Pertentangan) antara Kerjasama (Alquran) dengan Etnisisme Jahiliyah dan Partisanisme modern

9:21 - November 05, 2025
Berita ID: 3482961
IQNA - Kerjasama adalah prinsip umum Islam yang mewajibkan umat Islam untuk bekerja sama dalam kebaikan dan mencegah kerja sama dalam tujuan kebatilan dan penindasan, bahkan dengan teman dekat atau sesama manusia.

Hukum ini bertolak belakang dengan tribalisme era pra-Islam dan hukum partisan modern yang menyatakan "dukunglah sekutumu, baik ia penindas maupun tertindas". Prinsip ini juga mengatur hubungan internasional saat ini, dan seringkali negara-negara sekutu saling mendukung dalam isu-isu global yang penting, tanpa membedakan antara penindas dan tertindas.

Jika prinsip kerjasama dihidupkan kembali dalam komunitas Islam dan masyarakat bekerja sama dalam kegiatan konstruktif tanpa memandang hubungan mereka dan menjauhi kerja sama dengan para penindas, banyak masalah sosial akan teratasi. Atau jika dalam skala internasional, pemerintah dunia tidak bekerja sama dengan para agresor, agresi dan penindasan akan terhapus dari muka bumi.

Diriwayatkan dari Nabi (saw), yang bersabda: "Ketika Hari Kiamat tiba, seorang penyeru  memanggil: Di mana para penindas dan para pendukung mereka? Mereka yang telah menyiapkan jamuan untuk mereka, atau mengikatkan karung untuk mereka, atau meletakkan kandang di atas kuda untuk mereka. Kumpulkanlah mereka bersama para penindas."

Alquran mengatakan dalam bentuk rencana ujian:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, serta tempat tinggal yang kamu sukai lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”. (QS. At-Taubah: 24)

Ayat ini dapat dikatakan sebagai prinsip umum bahwa cinta kausal dan relatif serta cinta terhadap manusia, benda, dan harta benda memiliki batas yang nyata. Namun, jika ketika cinta ini berbenturan dengan cinta kepada Allah, Nabi, dan jihad di jalan Allah, cinta duniawi menjadi lebih utama daripada ilmu dan aturan agama, maka seseorang harus menunggu hingga azab ilahi datang; karena cinta ini akan menyebabkan kerusakan dan orang yang rusak tidak akan mencapai tujuannya. Sebagaimana dinyatakan di akhir ayat tersebut: “Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”. (HRY)

 

3495102

Kunci-kunci: kerjasama ، dalam Alquran ، Kebaikan
captcha