IQNA

Bapak Teori Keajaiban Ilmiah Alquran Meninggal Dunia di Yordania

8:50 - November 11, 2025
Berita ID: 3482992
IQNA - Zaghlul Raghib al-Najjar, seorang ilmuwan dan pendakwah Mesir yang terkenal dan seorang tokoh terkemuka di bidang keajaiban ilmiah Alquran, telah meninggal dunia pada usia 92 tahun.

Menurut Iqna mengutip Al Jazeera Mubasher, Zaghlul Raghib al-Najjar, seorang ilmuwan dan pendakwah Mesir yang terkenal dan seorang tokoh terkemuka di bidang keajaiban ilmiah Alquran, meninggal dunia, Minggu, 9 November, pada usia 92 tahun di ibu kota Yordania.

Keluarganya mengumumkan bahwa salat jenazah dilaksanakan hari Senin ini, setelah salat Dhuhur, di Masjid Abu Eisheh dekat Lapangan Ketujuh di ibu kota Yordania, dan ia akan dimakamkan di Pemakaman Umm Qatin di daerah Na'ur.

Periode panjang dan luas dalam pengabdian ilmiah dan keagamaan

Zaghlul al-Najjar lahir pada tahun 1933 di Desa Mashal, Kegubernuran Barat Mesir, di Delta Nil. Ia tumbuh dalam keluarga yang tertarik pada sains dan Alquran, dan di usia muda ia menghafal Kitab Allah. Ia kemudian mendaftar di Fakultas Sains Universitas Kairo, dan lulus dengan pujian di bidang geologi pada tahun 1955.

Al-Najjar menerima gelar doktornya dari Universitas Wales pada tahun 1963 dan diangkat sebagai profesor pada tahun 1972. Ia juga berperan penting dalam pendirian fakultas geologi di universitas-universitas Riyadh, Kuwait, dan Universitas Perminyakan dan Pertambangan Raja Fahd.

Pelopor Keajaiban Ilmiah

Zaghlul terkenal karena proyek intelektualnya tentang keajaiban ilmiah Alquran dan Sunnah. Ia berperan dalam menciptakan metode ilmiah yang menghubungkan teks-teks agama dengan realitas kosmik dan merupakan anggota pendiri Asosiasi Keajaiban Ilmiah Dunia dalam Alquran dan Sunnah, yang berafiliasi dengan Persatuan Muslim Dunia.

Semasa hidupnya, ia menerbitkan lebih dari 150 artikel penelitian ilmiah dan 45 buku, yang terpenting di antaranya adalah: "Ayat-Ayat Keajaiban Ilmiah", "Bumi dalam Alquran", "Manusia dari Kelahiran hingga Kebangkitan", dan "Tafsir Ilmiah Alquran". Ia juga memiliki kolom mingguan di surat kabar Al-Ahram selama beberapa dekade dengan judul "Dari Rahasia-Rahasia Alquran".

Al-Najjar menjabat sebagai profesor di beberapa universitas di Mesir dan luar negeri, termasuk Universitas Ain Shams, Universitas Raja Saud, Universitas Kuwait, Universitas Qatar, dan Universitas Perminyakan dan Mineral Raja Fahd. Ia berkeliling dunia, memberikan ceramah tentang keajaiban Alquran dan isu-isu yang dihadapi umat Islam, dari Kanada hingga Australia.

Ia juga menjadi pembawa acara puluhan program televisi dan radio yang memperkenalkan orang-orang kepada keajaiban Sang Pencipta dalam penciptaan manusia dan dunia. Jabatan akademis terakhirnya adalah sebagai profesor di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam Dunia di Oman.

Warisan Ilmiah Abadi al-Najjar

Selama kariernya, Zaghlul al-Najjar menerima berbagai penghargaan dan penghormatan dari berbagai universitas dan lembaga ilmiah Arab dan internasional. Pada tahun 2005, Republik Sudan menganugerahinya Medali Emas untuk Sains, Sastra, dan Seni.

Zaghlul Al-Najjar meninggalkan warisan ilmiah yang luas dan pengaruh yang mendalam terhadap pemikiran Islam modern. Hingga akhir hayatnya, ia meyakini bahwa sains adalah pengabdian kepada iman dan bahwa Alquran adalah kitab petunjuk sebelum menjadi kitab ilmu pengetahuan.

Setelah pengumuman meninggalnya al-Najjar, media sosial dipenuhi dengan pesan belasungkawa kepada keluarga mendiang peneliti tersebut, mencerminkan popularitas dan luasnya prestasinya, terutama di bidang keajaiban ilmiah Alquran. (HRY)

 

4315852

captcha