
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodim 0212/Tapanuli Selatan telah menuntaskan pemasangan instalasi water treatment tersebut.
"Fasilitas ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir bandang," kata Asrul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com melalui saluran telepon pada Minggu (28/12/2025).
Asrul menyampaikan, instalasi water treatment yang dipasang merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan untuk masyarakat terdampak bencana alam.
"Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan pascabencana," ujar Asrul.
"Peralatan tersebut mampu mengolah air keruh menjadi air bersih hingga layak konsumsi seperti air mineral," tambahnya. Selain menyediakan air siap minum, lanjut Asrul, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci masyarakat di sekitar lokasi pengungsian.
Sejak Jumat (26/12/2025), progres pemasangan instalasi water treatment telah mencapai 100 persen dan siap digunakan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga Desa Huta Godang.
“Melalui Satgas Gulbencal, TNI berupaya memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya air bersih, dapat terpenuhi. Diharapkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat,” tutupnya. Peristiwa banjir dan longsor yang menerjang Tapanuli Selatan pada Senin (24/11/2025) lalu meninggalkan luka mendalam bagi warga.
Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur air bersih, tetapi juga memakan banyak korban jiwa. Akibat insiden ini, tercatat sebanyak 88 orang meninggal dunia, 30 orang hilang, dan 160 orang mengalami luka-luka.
Pemulihan fasilitas publik seperti akses air bersih menjadi prioritas utama untuk mencegah munculnya penyakit di kalangan penyintas bencana.
Sumber: medan.kompas.com