
Menurut Iqna, tujuan utama Bint al-Shati dalam menulis "Bathalah Karbala" adalah untuk mengubah perspektif tentang karakter Sayyidah Zainab. Dalam narasi tradisional, fokusnya seringkali pada tragedi dan penderitaannya sebagai seorang wanita yang berduka, tetapi Bint al-Shati, dengan mengandalkan analisis sejarah dan sastra yang kuat, menegaskan bahwa Zainab al-Kubra (sa) bukanlah sekadar korban, tetapi seorang pahlawan dan pelengkap utama kebangkitan Karbala.
Sekilas tentang biografi Aisha Abd Al Rahman
Dr. Bint al-Shati adalah nama samaran dari Aisha Abd Al Rahman, seorang penulis dan pemikir Mesir terkemuka.

Ia lahir pada tanggal 6 November 1913, di kota Damietta, yang terletak di Mesir utara. Sifat lingkungan sosial tempat Aisha tinggal memainkan peran penting dalam pembentukan kesadarannya. Ayahnya adalah seorang cendekiawan dari Al-Azhar, dan ia dibesarkan secara Islami dan sejak usia dini, ia akrab dengan studi hukum dan sastra yang dilakukan ayahnya.
Ia menghafal Alquran di madrasah Alquran di kotanya dan pada tahun 1348 H/1929 M, ia menerima sertifikat mengajar dari Darul Quran tersebut, yang menempati peringkat pertama di seluruh Mesir.
Ia melanjutkan studi pascasarjananya hingga menerima gelar doktor dalam bidang sastra Arab pada tahun 1369 H/1950 M.
Ia beralih dari mengajar ke jurnalisme, dan merupakan wanita kedua, setelah May Ziade (seorang penulis wanita Mesir), yang menulis untuk pers Mesir, khususnya surat kabar Al-Ahram.
Karya-karya Bint Al-Shati terutama berada di bidang studi Alquran, interpretasi sastra Alquran, dan biografi wanita-wanita Islam terkemuka. Ia memiliki pendekatan inovatif terhadap tafsir Alquran, berupaya untuk meneliti secara cermat aspek sastra dan retorikanya.
Beberapa karya terkenalnya antara lain: "al-Tafsir al-Bayani lil Quran al-Karim", "Nisa' al-Nabi: Kajian tentang Kehidupan Istri-Istri Nabi", "Bathalah Karbala (Zainab binti Ali): Wanita Pemberani dari Karbala (Biografi Sayyidah Zainab as), "Umm al-Nabi: Tentang Kehidupan Aminah, Ibu Nabi". Terlepas dari banyaknya tulisannya, pada kesempatan ini, bertepatan dengan peringatan wafatnya Sayyidah Zainab (as), kami ingin memperkenalkan buku pentingnya "Bathalah al-Karbala" (Wanita Pemberani dari Karbala).
Sang Pahlawan Wanita Karbala Melalui Lensa Sastra
Buku "Bathalah Karbala", sebuah karya abadi karya Aisha Abd Al Rahman, masih dianggap sebagai salah satu sumber penting dan berwibawa dalam menganalisis kehidupan dan peran Sayyidah Zainab (sa) pasca peristiwa Asyura. Karya ini bukan hanya sekadar biografi, tetapi juga penelitian sastra dan sejarah yang menjelaskan tempat wanita agung ini dalam sejarah Islam dengan pendekatan akademis dan teliti.

Dengan memanfaatkan keahlian penulis dalam bidang sastra dan tafsir Alquran, buku ini berupaya memperkenalkan sosok Zainab al-Kubra bukan hanya sebagai saudari perempuan yang berduka, tetapi juga sebagai pemimpin politik dan orator ulung yang mengubah arah sejarah setelah Karbala.
Fitur paling menonjol dari buku ini adalah analisis khutbah Sayyidah Zainab. Bint al-Shati, yang sendiri merupakan ahli retorika dan sastra Arab, menyajikan pidato-pidatonya di hadapan Ibn Ziyad dan Yazid bukan sebagai luapan emosi, tetapi sebagai mahakarya kefasihan dan penalaran logis.
Sang penulis ini memperkenalkan Sayyidah Zainab (sa) sebagai pengelola krisis pasca Asyura. (HRY)
