IQNA

Mufti Mesir: Menafsirkan Alquran dengan Kecerdasan Buatan Tidak Diperbolehkan Menurut Hukum Islam

3:46 - January 29, 2026
Berita ID: 3483303
IQNA - Dengan menjelaskan hukum Islam tentang mengandalkan program kecerdasan buatan untuk menafsirkan ayat-ayat Alquran, Mufti Mesir mengatakan: Menafsirkan Alquran dengan kecerdasan buatan tidak diperbolehkan menurut hukum Islam.

Menurut Iqna mengutip Sada el-Balad, Mufti Agung Mesir Syekh Nazhir Ayyad menjelaskan hukum Syar’i mengenai penggunaan program kecerdasan buatan, khususnya program “ChatGPT”, dalam menafsirkan Alquran, sebagai tanggapan atas pertanyaan yang diajukan kepadanya mengenai hal tersebut.

Mufti Agung Mesir mengumumkan di situs web resmi Darul Ifta negara tersebut: “Ketergantungan sepenuhnya pada program kecerdasan buatan dalam menafsirkan Alquran dilarang dari perspektif syariat dan deduksi makna-makna Alquran secara independen dari program tersebut tidak diperbolehkan.”

Ia menekankan bahwa hal ini dilakukan untuk menjaga kitab Allah agar tidak jatuh ke ranah spekulasi dan untuk menjaganya dari popularisasi atau interpretasi tanpa pengetahuan atau mengaitkan makna pada Firman Tuhan yang belum terbukti oleh para ahli.

Mufti Mesir tersebut menyatakan bahwa penelaahan makna-makna Alquran terbatas pada mereka yang memiliki akses ke alat-alat penafsiran dan kriterianya yang disetujui oleh para ulama tafsir dan pakar hukum terkemuka.

Syekh Nazhir Ayyad menekankan pentingnya merujuk pada kitab-kitab tafsir yang diakui dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat Alquran, atau bertanya dan menjawab kepada ulama terpercaya dan ahli, serta lembaga keagamaan terkait, untuk menjaga Kitab Allah dan memastikan tercapainya pemahaman yang sahih berdasarkan ilmu pengetahuan, kejujuran, dan pengetahuan yang akurat.

Kecerdasan buatan adalah salah satu perkembangan paling menonjol di bidang teknologi pada era modern dan digunakan dalam banyak kasus, termasuk pengolahan teks-teks keagamaan.

Kecerdasan buatan telah membuat kesalahan besar dalam hal pembahasan-pembahasan tentang surah-surah Alquran. Belum lama ini, sejumlah pengguna Facebook memposting gambar percakapan dengan kecerdasan buatan tentang surah Al-Falaq, di mana kecerdasan buatan tersebut menjawab dengan kata-kata yang bukan berasal dari Alquran, dan ketika diberi tahu bahwa surah ini salah, ia malah menyebutkan surah yang benar sebagai jawabannya.

Sekelompok ulama, mubalig, dan ahli fikih telah memperingatkan terhadap penyebaran program-program, terutama program daring seperti kecerdasan buatan, karena dapat mendistorsi ayat-ayat Alquran.

Para ulama menyerukan kepada umat beragama untuk tidak menggunakan program dan platform yang tidak dikenal seperti kecerdasan buatan dan untuk menyadari bahwa menghafal Alquran dan teksnya adalah tanggung jawab yang harus diperhatikan oleh semua Muslim laki-laki dan perempuan. (HRY)

 

4330826

captcha