IQNA

Seminar Ilmiah di Cina dengan Tema "Akhlak dan Kehidupan Nabi Muhammad Saw"

17:10 - August 12, 2007
Berita ID: 1571128
Dalam rangka memperingati hari pengangkatan Nabi Muhammad saw menjadi Nabi (Mab'ats) diselenggarakan sebuah seminar ilmiah tentang akhlak dan kehidupan Nabi dan dihadiri oleh Hojatul Islam Wal Muslimin Syeikh Muhsin Qara ati
Hujjatul Islam Saleh dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa seminar itu diselenggarakan atas kerjsama antara Kedutaan Besar Republik Islam Iran dengan Organisasi Islam Cina dan dihadiri oleh para tokoh muslim para penulis, peneliti dan Imam-imam mesjid untuk shalat jamaah dan Jumat di kota Pekan. Menurutnya seminar yang diselenggarakan dengan mengangkat slogan Nabi sebagai pembawa perdamaian dan persaudaraan ini memiliki ujuan untuk memperluas kegiatan ilmiah dan penelitian masalah-masalah keislaman di masyarakat muslim di Cina, khususnya yang berkenaan dengan sejarah Nabi, akhlak beliau dan upaya untuk mengajak masyarakat secara umum mengenal pribadi Rasul saw dan ajaran beliau. Dalam acara tersebut, Hojjatul Islam Wal Muslimin Syeikh Muhsin Qara ati dalam ceramahnya menyampaikan tentang beberapa contoh akhlak dan kehidupan Nabi dari Al Quran dan hadits Nabi. sebagaimana beliau mengajakan hadirin untuk menjadikan akal dan ilmu sebagai prioritas dalam mengenal dan menerima sebuah ajaran agama, begitu juga beliau menyebutkan tentang pentingnya kerjasama dan saling menghormati antar umat yang berlainan agama sebagaimana dicontohkan oleh Nabi kita saat itu. Beliau juga menjelaskan tentang keharusan kita semua memperhatikan ibadah dan penghambaan kepada Allah khususnya shalat. beliu pun menyampaikan beberapa hadits Nabi dan ahlul Bayt yang berhubungan dengan Cina. Seperti diketahui, Syeikh Muhsin Qara ati yang memiliki metode baru dalam menerangkan berbagai tema Al Quran, maka beliau mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para hadirin, sehingga mereka memohon agar beliau lebih lama lagi tinggal di Cina. salah seorang hadirin menyampaikan sambutannya dan mengatakan, bahwa selama ini belum pernah mendapatkan tafsir AL Quran yang sangat mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, biasanya kitab-kitab tafsir itu sarat dengan kesulitan-kesulitan untuk dapat dipahami oleh masayarakat umum. Selain beliau Dubes Iran, DR Jawad Mansuri juga menyampaikan sambutannya tentang peran agama, akhlak dan sejarah Nabi dalam kemajuan dan kestabilasn sebuah masyarakat, begitu pula Hilaluddin, ketua Organisasi Islam Cina juga menyampaikan sambutannya pada acara tersebut. Syeikh Muhsin Qara ati juga berkesempatan untuk mengunjungi sebuah mesjid kuno dan bersejarah, yaitu Mesjid Niyujiyh dan melakukan wawancara dengan sebuah majalah yang bernama "Muslim Ash Shiniy" dan oplahnya tersebar di seluruh negri Cina. 153784
captcha