IQNA

Ayat Laa Ikraaha Fid Diyn Tetap Berlaku Pada Masa Kehadiran Imam Mahdi afs

13:39 - August 28, 2007
Berita ID: 1576148
DR Mohammad Ridha Ogho Jani: pada zaman kehadiran Imam Mahdi afs pemeluk agama minoritas tetap saja akan dibiarkan dengan agamanya, bahkan selain ahlul kitab pun juga akan dibiarkan demikian dengan persayaratan tertentu.
Iqna: Salah seorang peneliti dan panitia pelaksana konfrensi Doktrin Mahdiisme III sesuai dengan interpelasinya menyebutkan hal itu dalam wawancaranya dengan Iqna. Doktor yang juga menyelesaikan pelajaran Hauzah dan saat ini menjadi guru besar di Universitas Islam di fakultas Teologi (ushuluddin) ini menjelaskan dalam makalah yang ditulisnya tentang hak-hak mayarakat minoritas di zaman kehadiran Imam Mahdi yang sekaligus menjawab sebuah pertanyaan mendasar, yaitu apakah mereka di zaman itu tetap bisa eksis ataukah dipaksa menerima ajaran Islam yang dibawa leh Imam Mahdi afs? Di dalam makalahnya itu ia menyebutkan dua pandangan tentang kebebasan beragama; pandangan pertama meyakini, bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen harus menerima Islam kalau tidak mereka akan dibunuh oleh beliau dan pandangan ke dua adalah yang menyebutkan, bahwa mereka akan tetap dibiarkan dalam kebebasan memilih. Ridha memilih pendapat ke dua dan bahkan menambahkan tidak hanya ahlul kitab, namun non ahlul kitab pun juga akan dibiarkan tetap bebas memilih, dan itulah bedanya manusia dengan binatang dan malaikat, tegasnya. Di antara argumentasi yang beliau sampaikan untuk memilih pendapat tersebut adalah, bahwa tidak ada seorang nabi pun yang melakukan pemaksaan semacam itu. Berkenaan dengan hadits-hadits yang meyebutkan, bahwa beliau datang akan membunuh orang yang menolaknya adalah hadits-hadits yang lemah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan dan bertentangan dengan tradisi para Imam bahkan para nabi sebelumnya. Sebaliknya menurutnya beliau akan datang dengan membawa misi kedamaian dan sayah sayang. selain hal itu sesuai dengan logika juga ada beberapa ayat yang menyebutkan, bahwa tugas Nabi dan dilanjutkan oleh mam adalah sebagai penjelas dan pemberi petunjuk dengan tetap memberi jalan dan kebebasan bagi yang mau menerima atau menolak atau kafir. 159306
captcha