IQNA

Tidak Ada Satu Kekuatanpun yang Berani Mengancam Rakyat Iran

13:04 - September 17, 2007
Berita ID: 1582527
Ayatullah Khamene'i: Bangsa Iran adalah bangsa yang memiliki kesadaran dan keimanan kuat serta konsistensi yang tinggi, karenanya dapat menumbangkan segala proyek dan upaya Amerika yang akan melemahkan semangat Revolusi Islam
qna: Pemimpin spritual tertinggi islam Iran pada sholat Jum'at pertama bulan Ramadhan di tengah-tengah masyarakat mu'min dan revolusioner Tehran yang memenuhi Universitas Tehran dan jalan-jalan sekitarnya mengatakan hal itu dan menambahkan bahwa bangsa Iran dapat terus melanjutkan perjuangannya yang membanggakan ini sehingga akan menyampaikan pada sebuah kondisi yang tidak ada satupun kekuatan memiliki keberanian atas mereka walaupun hanya sekedar ancaman. Pada khotbah pertamanya dalam taushiyahnya untuk tetap berpegangteguh dengan nilai-nilai ketaqwaan, beliau mengatakan, bahwa kalau kita bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, maka kita akan mendapatkan simpanan yang besar dan berharga untuk menambah umur manusia. Menurut beliau berpuasa, membaca Al Qur'an dan bertadabbur mengekspresikan penghambaan dan kebutuhan kita hanya kepada Allah swt, menjauhi dari dosa-dosa merupakan kesempatan emas bagi kita semua pada bulan Ramadhan ini. Beliau pun menambahkan bahwa pada builan Ramadhan yang agung ini hendaklah kita memohon ampun kepada Allah dengan permohonan taubat yang sebenarnya, menyucikan hati dari segala noda dan dosa khususnya di saat bersahur dan di malam-malam hari yang penuh dengan kemuliaan, niscaya kita akan mendapatkan secercah berkah bulan ini. Pada kesempatan ini juga Pemimpin Spritual Tertinggi Republik Islam Iran menyebutkan, bahwa masyarakat Iran yang islami adalah masyarakat yang gemar memanjatkan do'a dan tawassul kepada Tuhan SWT. Hubungan secara ma'nawi masyarakat Iran dengan Allah swt akan memberikan hasil dan pengaruh yang kuat, oleh karenanya hendaknya mereka menggunakan kesempatan emas dari bulan suci dengan sebaik-baiknya, tambahnya. Dalam Khutbahnya Yang kedua Imam Ali Khamenei menyebutkan tentang sebab-sebab kekalahan para musuh-musuh dalam menghadapi Republik Islam Islam serta akibat yang harus mereka tanggung. Beliau menegaskan, bahwa tujuan peperangan delapan tahun yang dilakukan oleh Saddam dan para pendukungnya sebenarnya adalah untuk menggagalkan kemenangan revolusi Islam di iran, sebab barat telah memahami sebelumnya bahwa Revolusi Islam di Iran adalah akan menjadi pusat yang telah mengilhami negara Islam lainnya, karenanya mereka berusaha keras untuk menghambat kemajuannya. Menurutnya perang yang dipaksakan selama delapan tahun adalah kanal tekanan yang dilakukan oleh berbagai kekuatan dunia, baik barat atau timur, Nato, Eropa dan beberapa negara di Kawasan. Sebenarnya cukup satu dari tekanan kekuatan mereka akan menghancurkan sebuah bangsa namun bangsa Iran dapat bertahan hingga hari ini, malah hari demi hari semakin kuat dan maju. Berkenaan dengan pembicaraan para petinggi Amerika akhir-akhir ini tentang pelaksanaan embargo ekonomi atas rakyat Iran, Imam Ali Khamenei menegaskan, bahwa bangsa Iran selama peperangan berada di bawah tekanan dan embargo, namun dapat bertahan dan kokoh berdiri hingga hari ini dengan berbagai kemajuan di bidang militer, tekhnologi dan nuklir. Semua itu adalah berkah kekokohan melawan segala bentuk tantangan dengan berlandaskan pada kekuatan diri, kreatifitas dan semangat yang ada di dalam jiwa bangsa ini. Beliau menegaskan, bahwa segala upaya imprealisme internasional untuk meruntuhkan dan memandulkan revolusi Islam Iran yang bertumpu kepada kekuatan spiritual tidak lah menghasilkan sesuatu selain kegagalan. Saat ini muncul studi baru yang layak untuk dicermati di ilmu psikologi, sosiologi dan politik atas fenomena yang menakjubkan ini. Begitu juga menurutnya, Amerika juga gagal dalam konspirasi politiknya untuk mewujudkan Timur Tengah baru dan meluluhlantakkan Republik Islam Iran pasca tragedi 11 Spetember. Merekapun gagal untuk memanfaatkan semua kebijakan Timteng demi kepentingan rezim Zionisme Israel. Kekalahan lain bagi Amerika menurut Khamenei adalah intervensi Amerika pada permasalahan dalam negri Palestina dan menolak Hamas yang menang dalam pemilu dan merupakan representasi aspirasi rakyat. Imam Ali Khamenei pun menekankan kembali pentingnya pelaksanaan Hari Al Quds Internasional pada Jumat terakhir bulan ini sebagai bentuk dukungan rakyat Iran dan kaum muslimin lain di dunia atas perjuangan rakyat Palestina. Kekalahan Pasukan rezim Zionisme Israel melawan Hizbullah juga menambah list kekalahan dan kegagalan AS untuk mewujudkan Timteng Baru. Beliau menegaskan: kemenangan Hizbollah Lebanon dalam perang 33 hari melawan Israel adalah kekalahan dan kegagalan lain bagi Amerika, dimana pasca perang bukan hanya Hizbullah tidak dilucuti senajtanya, namun mereka bertambah kuat dan kokoh dari sebelumnya. Di Irak pun, menurut beliau kita menyaksikan kekalahan dan kegagalan Amerika dalam memainkan roda politiknya yang menemui kebuntuan untuk mewujudkan cita-cita dan mimpinya menciptkan Timteng raya dan embargo atas Iran. Saat ini mereka sedang mencari jalan keluar yang lebih terhormat guna mengurangi rasa malu mereka. Survey yang dilakukan di banyak tempat di dunia pun menunjukkan, bahwa Amerika hari demi hari semakin jatuh reputasinya dari pandangan masyarakat dunia. Para petinggi dan pengambil kebijakan negaranya suatu hari pasti akan diseret ke pengadilan internasional atas krisis kemanusian yang mereka ciptakan di Irak. Di akhir khotbahnya beliau juga mengucapkan selamat atas peringatan ulang tahun shalat Jumat pertama pasca Revolusi dengan perintah Imam Khomeini ra kepada Ayatullah Thaliqani sebagai imam dan khatib pertama, yang kemudian sidang khotbah Jumat dan shalatnya berubah menjadi sebuah benteng dan pusat perlawanan spiritual yang tersebar di seluruh penjuru Iran dan menjadi tempat berkumpulnya para pemuda mukmin yang penuh semangat. 166009
captcha