Iqna: Pemimpin Spriritual Tertinggi, Sayyid Ali Khamenei pada pertemuannya dengan presiden dan beberapa petinggi pemerintahan menyampaikan wasiat Imam ALi as yang tercantum dalam Nahjul Balaghah tentang pentingnya kemuliaan akhlak di tengah masyarakat serta keharusan para pemimpin masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas dalam rangka menekankan nilai-nilai akhlak dan menguatkannya.
Imam Ali as menyampaikan wasiatnya kepada putranya Imam Hasan as, bahwa tidak ada yang lebih berharga bagi seorang manusia dari pada akalnya dan tidak ada yang lebih menjadikannya lebih miskin dari pada jauh dari akal. begitu juga manusia harus menjauhkan diri dari sifat ujub, bangga pada diri sendiri, berteman dengan orang-orang bodoh, kikir, pembohong dan pendosa.
Menurut Khamenei kemuliaan akhlak tidak hanya terbatas pada akhlak yang baik saja, namun merupakan sejumlah sifat baik dan diterima, seperti sabar, memaafkan, syukur, ihsan, berkepribadian, sayang pada yang lebih muda, berani dan kokoh dalam menghadapi berbagai penyelewengan akhlak.
Imam Ali Khamenei juga menekankan pentingnya mendasarkan penyelesaian berbagai masalah kepada akal dan pemikiran yang benar. sebagian orang salah memahami hal itu dan menganggap, bahwa berdasakan akal dan pengaturan artinya meninggalkan berbagai proyek besar padahal tidak harus demikian, sebab sebagian pekerjaan memang akal kita mengharuskan untuk melakukannya dengan pelan dan penuh pertimbangan, dan sebagian lagi mengharuskannya dengan cepat, tegas dan keberanian.
Menurut Khamenei sifat tamak, mengikuti keinginan hawa nafsu dan membanggakan diri adalah musuh akal dan pemikiran sehat, karenanya para petinggi negara haruslah selalu waspada untuk tidak melemah menghadapi berbagai problema besar ini.
Beliau juga menyebutkan, bahwa konsentrasi dan kecendrungan masyarakat, khususnya generasi mudanya pada masalah-masalah spiritualitas dan nilai-nilai keislaman setelah 28 tahun dari kemenangan revolusi Islam merupakan mukjizat yang tidak bisa diingkari. Ketertarikan generasi muda hari ini menuju ibadah, rendah hati dan kedalaman agama merukan fenomena Ilahi dan visi revolusi Islam yang harus dipikirkan serius agar dapat dipertahankan dan dikembangkan pada generasi muda mendatang, tambahnya.
Pada pertemuan itu Presiden Ahmadi Nejad juga menyampaikan sambutannya, dan pertemuan diakhiri dengan shalat maghrib dan Isya' berjamaah
175504