IQNA

Kerukunan Islami Membutuhkan Persatuan Ekonomi antar Negara Islam

12:23 - October 09, 2007
Berita ID: 1590054
Masyarakat Islam tidak akan bisa merealisasikan persatuan Islam jika tidak memiliki kerjasama ekonomi dan kesatuan kebijakan politik
Mubarak Haniah, wartawan dan pakar ilmu-ilmu Islami dari Keneya dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa sesuai dengan kondisi ekonomi sebagian negara Islam, khususnya di saat 70 persen minyak dan gas dunia ada di tangan negara-negara Islam, maka diperlukan adanya kerjasama yang erat di bidang ekonomi antar berbagai negara Islam. Ia melanjutkan, bahwasanya sangat disayangkan negara-negara Islam hingga saat ini belum berhasil untuk memanfaatkan kondisi yang sangat penting ini serta membentuk sebuah persatuan perdagangan besar internasional layaknya persatuan Eropa, misalnya. Mubarak juga menyebutkan, bahwa perpecahan dan perselisihan internal kaum muslimin merupakan faktor utama yang menghalangi persatuan dan hubungan erat dan harmonis antar negara kaum muslimin. Menurutnya perkembangan dunia ketiga saat ini mengharuskan mereka untuk membentuk persatuan perdagangan dan ekonomi, karenanya negara-negara Islam yang secara umum belum menikmati ekonomi modern haruslah bersatu padu sehingga mereka dapat mengambil sebuah keputusan yang berpengaruh di dunia. Ia menambahkan, bahwa negara-negara Eropa dengan persatuan dan kerjasama yang ia bina telah memberikan pengaruh khususnya di antara mereka, sehingga negara seperti Turki sejak bertahun-tahun berusaha untuk menjadi anggota. dunia saat ini dengan saling berhubungan di antara mereka saling mempercepat kemajuan mereka dan sangat disayangkan negara-negara Islam belum memperhatikan potensi yang mereka miliki untuk bekerjasama meraih kemajuan bersama mereka, amalah sebagian masih berlindung dengan negara asing dan di luar negara Islam. Menurutnya OKI semestinya bisa berperang lebih aktif untuk menciptakan persatuan perdagangan dan ekonomi antar anggotanya guna memberikan kekuatan pada setiap anggotanya sehingga lebih mandiri dari cengkraman imprealisme internasional. 174879
captcha