IQNA

Perdamaian yang hanya Diterima oleh Israel Namanya adalah Penipuan Bukan Perdamaian

2:54 - October 28, 2007
Berita ID: 1595627
Khatib Jumat Tehran: Pada konfrensi “Perdamaian” yang akan diselenggarakan tidak lama lagi kalau perdamaian tersebut hanya sesuai keinginan Israel maka ia lebih tepat untuk disebut “penipuan” dari pada “perdamaian”
Iqna: Ayatollah Ahmad Jannati, pada khotbah pertamanya hari Jumat kemarin di Universitas Tehran menyampaikan tentang beberapa faktor yang menyebabkan Nabi besar Muhammad saw melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Menurutnya saat itu Nabi menyaksikan kekhawatiran besar yang akan dialami oleh kaum muslimin jika tetap tinggal di Mekkah baik secara sosial ataupun ekonomi. Nabi pun melakukan berbagai pembicaraan atau “lobi” politik namun tidak berfaedah lagi, karenanya Nabi mengambil keputusan untuk hijrah ke Madinah. Nabi sendiri juga menerima banyak gangguan dari kaum musyrikin Mekkah, dan sudah pasti putri beliau Fatimah dan calon suaminya Imam Ali as sebagai orangterdekat Nabi juga menerima hal yang sama, walaupun sangat disayangkan sejarah tidak banyak menceritakan kepada kita hal itu. Pada khotbah keduanya Jannati menyebutkan berbagai persoalan terkait dengan perubahan Ketua Syuriah Pertahanan Nasional, DR Ali Larijani, yang sekaligus menjadi negosiator dalam proyek pengembangan Nuklir Iran, serta analisa media barat atas perubahan itu. Menurutnya sudah menjadi hal biasa, bahwa setiap orang dalam melaksanakan tugasnya memilih cara-cara dan strategis yang ia yakini, kadang-kadang perbedaan pandangan terjadi dan bisa diselesaikan dengan diskusi dan pembahasan, namun kadang pula tidak ada cara lain yang dapat menyelesaikan kebuntuan tersebut. Imam Jumat Tehran menilai Larijani adalah seorang yang berdedikasi tinggi, tak kenal lelah dan telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Saat ini penggantinya juga tidak kurang darinya, ia seorang yang berlatarbelakang sebagai prajurit perang, cerdas dan memiliki manajemen yang bagus. Semua yang memiliki pos-pos penting di dalam negara ini memiliki tugas dan perasaan yang sangat bernilai, karenanya setiap analisa tidak boleh didasari atas negative thinking, tegasnya. Semua tindakan dan keputusan di dalam negara ini tidak hanya berhubungan dengan anggota parlemen atau pemerintah saja, namun juga berhubungan erat dengan rakyat, para oekerja di lapangan, karenanya yang memerintah dan yang diperintah haruslah bekerjasama dengan baik dalam melaksanakan tugasnya masing-masing, tambahnya. Ayatollah Jannati juga menyebutkan tentang pertemuan Putin dengan Imam Ali Khamenei dengan mengatakan, bahwa orang nomer satu di Rusia ini belum pernah tahu tentang pemimpin kita dan tidak memiliki wawasan yang cukup tentang beliau, karenanya di saat setelah pertemuan ia meninggalkan ruangan dengan puas dan penuh kenangan. Diantara pembicaraan penting yang disampaikan oleh Imam Ali Khamenei kepadanya dan Putin pun menerima dan setuju atas hal itu adalah ucapan beliau yang berbunyi: “Kemerdekaan dan kedaulatan kami merupakan kemaslahatan bagi Anda dan begitu pula sebaliknya” Ketua Dewan Garda Undang-Undang ini pun dalam kesempatan lain dari khotbah keduanya menolak keras rencana konfrensi “perdamaian” yang digagas oleh Amerikan dengan mengatakan, bahwa mereka yang hadir dalam konfrensi itu akan pulang dengan tangan kosong dan jika mereka ingin mengupayakan perdamaian yang menguntungkan Israel sahaja, maka lebih tepat untuk disebut sebagai penipuan dari pada “perdamaian”. 182363
captcha