IQNA

Khatib Jumat Tehran Memperingatkan Akibat Arogansi Amerika

15:29 - November 03, 2007
Berita ID: 1597914
Ayatollah Hasyemi Rafsanjani: Ancaman Amerika atas iran adalah ancaman untuk keamanan dunia dan Timteng
Iqna: Ayatollah Ali Akbar Hasyemi Rafsanjani dalam khotbah keduanya, kemarin di Universitas Tehran di hadapan peserta sidang Jumat Tehran menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa dunia saat ini sedang berhadapan dengan sebuah kekuatan yang telah melakukan berbagai tindakan arogansi dan ambisius namun belum juga merasakan kepuasan. Menurutnya kekuatan yang satu kemana saja bisa mengirimkan pasukannya, maka ia akan mengirimkannya dalam rangka melakukan intervensi politik dan menguasainya. Begitu juga dimana saja ia dapatkan sumber kekayaan, maka ia akan mengejarnya dan berusaha menghalalkan segala cara untuk memilikinya. Saat ini Timteng dan Teluk Persia -yangmana Tuhan telah mempersiapkannya untuk kemajuan Islam di masa mendatang- menjadi incarannya. Ayatollah Rafsanjani juga menyatakan, bahwa jika kita lihat apa yang terjadi di Palestina, Lebanon, Irak dan Afganistan, maka kita akan saksikan bahwa para musuh telah menyadari betapa kaum muslimin di dunia telah mendapatkan pencerahan dan kesadaran pasca revolusi Islam di Iran. Mereka betul-betul sadar, bahwa revolusi Islam di Iran telah memberikan inspirasinya kepada masyarakat dunia untuk melawan segala bentuk penindasan, karenanya mereka berusaha dengan segala cara untuk menjatuhkan bangsa dan negara Iran, diantaranya dengan embargo dan perang urat saraf bahwa kita aalah bangsa yang suka berperang. Namun mereka telah melakukan langkah-langkah yang salah, tegasnya. Di saat itu kalian (para petinggi imprealisme internasional) mengasingkan Imam Khomeini kalian memiliki rezim Saddam yang mempersiapkan diri untuk melakukan peperangan dengan Iran, namun jika kalian memahami, bahwa Islam dan Iran merupakan kekuatan yang tak terkalahkan, maka kalian tidak akan jatuh kepada kondisi seperti sekarang ini, tambahnya. Berkenaan dengan ditemukannya bukti, bahwa Amerika telah mengeluarkan 2400 Milyard Dolar pada perang Irak dan Afganistan, beliau mengatakan: bisa dibayangkan apa yang mereka inginkan dari hasil investasi yang begitu besar ini. Khatib Jumat Tehran juga menganggap ancaman Amerika atas Iran memiliki dua poin yang patut untuk dipikirkan oleh mereka, yang pertama merupakan ancaman yang akan menjadikan dunia bergejolak dan memberikan efek buruk padanya sebelum menjadikan Iran demikian. Yang kedua kalau ancaman itu terealisasi, maka mereka akan berhadapan dengan realitas baru yang mereka ciptakan sendiri dan kesulitan baru bagi seluruh masyarakat Timteng. Ketua Lembaga Penentu Kebijakan Iran ini juga menyebutkan tentang kerjasama Iran dengan Badan Nuklir dunia serta laporan positif yang disampaikan oleh ketuanya Mohammad Al Barade’i sehingga ia pun mengatakan, bahwa bila Amerika bersikukuh untuk merealisasikan arogansinya maka ia telah melakukan kesalahan besar yang akan dicibir oleh dunia. Rafsanjani berharap kita akan menyaksikan suatu hari dimana para petinggi Amerika menggunakan akalnya untuk melakukan dialog dengan konsep persamaan hak dan logika serta undang-undang. Pada kesempatan lain dari khotbahnya Rafsanjani juga menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan tanggal 13 Obon, yang merupakan hari diasingkannya Imam Khomeini ke Turki karena penolakan beliau atas hukum Kapilaston yang akan ditetapkan oleh Rezim saat itu. Begitu juga beberapa hal yang berhubungan dengan peringatan Syahadah (Haul) Jakfar Shadiq as yang jatuh pada tangal 25 Syawal. Menurutnya beliau telah berhasil mendidik para kader di bidang keilmuan yang karena jasa beliaulah kita dapat meraih ilmu-ilmu Islam dan tata cara ibadah. Karenanya beliau mengharap para ulama terus melakukan pembahasan termasuk diantaranya hubungan tata cara shalat dan ibadah lainnya dengan kehidupan keseharian kita sebagai pribadi dan bagian dari sebuah masyarakat. 185076
captcha