IQNA

Kami Memiliki Penghormatan Khusus Kepada Ahlul Bayt

9:39 - July 08, 2008
Berita ID: 1667145
Mentri Urusan Islam dan Wakaf Mesir: Masyarakat mesir memiliki penghormatan khusus kepada para pribadi Ahlul Bayt
Iqna menukil dari surat kabar internasional Asy Syarqul Awsath, bahwa Mahmud Hamdi Zaqzuq, mentri rusan Islam dan wakaf Mesir mengatakan hal itu dalam konfrensi pers yang diadakan di Kairo Mesir. Beliau juga menolak adanya konflik yang terjadi antara sebagian kelompok di mesir dipicu oleh orang-orang elit negara dengan Syiah. Pada kesempatan itu beliau juga menolak, bahwa bendera hitam merupakan simbol SYiah dan keberadaannya di tempat-tempat ibadah sebagai pertanda hegemoni orang-orang Syiah di Mesir sembari mengatakan, bahwa hal itu merupakan isu yang digembor-gemborkan dalam rangka menanam benih permusuhan dan menciptakan kondisi yang tidak kondusif. dengan nada protes kepada mereka yang menyebarkan isu tersebut beliau bertanya: Apakah bisa kita sebut bahwa orang Syiah menguasai Ka'bah karena kiswah ka'bah berwarna hitam? Namun pada saat yang sama situs Islamonline menyebutkan, bahwa Hamdi Zaqzuq menyatakan ketidaksetujuannya atas pembangunan mesjid Syiah di Kairo. Beberapa hari sebelumnya kementrian dalam negri dengan alasan mendeteksi dan memerangi orang-orang Syiah yang menyusup ke dalam kelompok-kelompok Ahlussunah meminta kepada para pakar AL Azhar untuk memberikan pendidikan pencerahan agar dapat memperkenalkan akidah Syiah kepada para petugas keamanan Mesir. Tidak lama kemudian Abdul Mun'im Al Bary, Dosen mata kuliah Kebudayaan Islam di Fakultas Dakwah Mesir mengatakan, bahwa mentri dalam negri dalam sebuah pertemuan khusus menyampaikan presentasinya tentang berbagai cara untuk memerangi kelompok-kelompok Syiah yang ada di daerah pengamanan dan penjara Mesir. Al bary juga menjelaskan, bahwa penganut Syiah Imamiyah biasanya tingga di kota-kota baru yangmana mereka telah mengajukan permohonan untuk mendirikan Husainiyah sebagai tempat berkumpul mereka melaksanakan acara-acara keagamaan, namun mentri urusan Islam dan wakaf atas dasar penolakan dari mentri dalam negri tidak mengabulkan permohonan mereka. Memang di tengah pro dan kontra berita yang ada, dapat kita saksikan suatu hal yang nyata, bahwa para pengantu Syiah selama ini tidak mendapatkan izin dan keleluasaan untuk mendirikan acara-acara ritual keagamaan seperti Muharram dan sejenisnya, sebagaimana sebuah kelompok besar Syiah dibubarkan oleh pemerintah dan sebagian tokohnya ditangkap. 268975
captcha