Iqna merilis dari situs Al ARabiyah.net, bahwa Mahmud Hamdi Zaqzuq menyampaikan hal itu dalam konfrensi Pers di hadapan para wartawan dan menambahkan, bahwa kementriannya dalam menjalankan kegiatan keagamaan dan memberikan pencerahan kepada masyarakat tidaklah dipengaruhi oleh kebijakan politik negara.
Menurutnya para imam dan khaitb Jumat hendaknya melaksanakan tugas dakwahnya sesuai yang disebutkan di dalam Al Quran surah An Nahl ayat 125, yaitu dengan Hikmah dan nasihat yang baik.
Sebagaimana tidak ada edaran resmi atau tidak resmi dari Kementrian Mesir yang menyebutkan pelarang tersebut, tegasnya.
Zaqzuq juga menegaskan, bahwa sesuai dengan UUD Mesir, para pejabat sipil dan militer Mesir tidak memiliki otoritas untuk menentukan dan mengankat khatib dan imam mesjid apalagi isi khotbah keagamaan mereka.
Memang sejak adanya penyerangan Israel ke Gaza dari para khatib dan imam Jumat Mesir tidak terdengar pembahasan mereka tentang kondisi kejahatan Israel dan ketertindasan rakyat Palestina, karenanya banyak para analis dan politikus Mesir yang mengkritik hingga mengecam hal itu.
Ada juga beberapa surat kabar Mesir yang menyebutkan, bahwa ada para Imam dan Khatib yang terpengaruh oleh kebijakan politik Mesir.
348196