IQNA

Muthahhari Membentengi Generasi Muda dari Penyelewengan Akidah

8:40 - May 04, 2009
Berita ID: 1773517
Ali Mutahhari: Membaca dan menelaah karya Mutahhari adalah salah satu factor yang dapat memperkenalkan dasar-dasar ajaran Islam kepada generasi muda dan membentengi mereka dari penyelewengan pemikiran dan akidah.
Iqna: Ali Muthahhari, wakil masyarakat Tehran di parlemen menyampaikan hal itu dan acara penutupan festival ketiga pemikiran Syahid Murtadha Muthahhari di Tehran. Putra Alm. Mutahhari ini dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan tentang hubungan yang sangat erat antara ayahnya dengan Imam Khomeini, yang dapat kita pahami dari respon Imam di saat ayahnya diteror oleh kelompok Furqan dan sambutan duka Imam pada Haul yang pertama. Menurutnya hubungan ini tidak sekedar hubungan emosional semata, khususnya bila kita perhatikan secara teliti dalam sambutan beliau itu beliau sangat menekankan kepada kita, khususnya generasi muda untuk menelaah hasil karya Muthahhari. Lebih dari itu, Khomeini sangat memahami, bahwa Mutahhari dengan modal pemahamannya yang memadai akan tafsir Al Quran dan ilmu-ilmu Islam lainnya, beliau dalam beberapa karyanya secara terang-terangan melakukan konfrontasi pemikiran dengan berbagai pihak non Islami dan memperjuangkan keabadian pemikiran Islam. Dalam pertemuan itu beliau juga menjelaskan, bahwa di saat kelompok Furqan menerbitkan tafsir Al Quran yang menyesatkan, maka sang ayah melakukan berbagai upaya pencerahan kepada generasi muda khususnya agar tetap tidak tersesatkan oleh berbagai pemikiran yang ada di dalam buku ‘tafsir” tersebut. Setiap yang gugur di jalan Allah atau yang dikenal dengan sebutan 'Syahid' memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada yang masih hidup dengan apa yang diperbuatnya hingga mengakhiri kehidupan dengan kesyahidan, sedangkan pesan yang disampaikan oleh ayahnya adalah bahwa kita harus melaksanakan perintah dan tugas Tuhan yang ada di pundak kita. Menurutnya Mutahhari adalah seorang reformis sejati yang telah melakukan berbagai perbaikan dalam kondisi sulit atau menyenangkan dan terus memperjuangkan misi perbaikan itu hingga ia harus berhadapan dengan Mujahidin Khalq. Di antara dasar pemikiran Mutahhari yang bisa kita simpulkan adalah pentingnya keadilan sosial, kemandirian madzhab dan Islam, tidak berfikir acak dan campur aduk dengan pemikiran di luar Islam, kebebasan berfikir dan menyampaikan pendapat dalam artian tidak taklid buta dan jauh dari fanatisme, penekananan pada amal dan kesucian diri dalam hubungan lawan jenis serta penguatan pondasi keluarga sebagai komponen asli masyarakat Islam. anggota komisi delapan masalah kebudayaan ini juga berterimakasih kepada panitia yang telah menyelenggaralan festival pemikiran Mutahhari ini yang telah melakukan berbagai langkah positif dalam rangka menyelesaikan berbagai problema masyarakat. 397033
captcha