IQNA

Al Quran Menganggap “Baraah” Bagian dari Rukun Haji

6:31 - November 16, 2009
Berita ID: 1849531
Ali Asghar Auhadi: Ayat ke tiga surah At Taubah menegaskan bahwa upacara Baraah (melepaskan diri dari kaum musyrikin) adalah bagian dari rukun haji.
Hojjatul Islam Wal Muslimin Ali Asghar Auhadi, Deputi bidang kebudayaan Asosiasi Pendekatan Madzhab-madzhab dalam Islam menyampaikan hal itu dalam wawancaranya dengan Iqna di sela-sela pelaksanaan kongres Haji di kota Madinah. Beliau juga menjelaskan, bahwa salah satu filosofi diwajibkannya haji adalah saling kenal-mengenal dan saling tukar pengalaman dan informasi antara kaum muslimin yang datang dari seluruh penjuru dunia. Berkenaan dengan dimensi ibadah ritual dalam haji, Auhadi menegaskan, bahwa haji melatih ketulusan dan penghambaan kepada Allah dengan meneladani yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as bersama istrinya, Hajar as sebagai ikon yang telah menunjukkan ketulusan penghambaannya kepada Allah SWT yang Esa. Selain itu di dalam haji kita juga dituntut untuk mengekspresikan keyakinan dan keimanan kita yang terhimpun dalam kalimat tauhid, yakni kalimat yang menegasikan segala bentuk penghambaan kecuali kepada Allah dan menetapkan hanya satu Tuhan yakni Allah SWT, tegasnya. Karena itu menurutnya melepaskan diri dari berbagai bentuk kesyirikan yang disimbolkan dengan kata thaghut dan musyrikin adalah hal yang mendasar dalam ibadah haji sebagaimana yang dicantumkan oleh Allah dalam surah At Taubah ayat 3, tambahnya. Auhadi juga menyatakan, bahwa para peneliti Asosiasi Pendekatan Madzhab-madzhab dalam Islam atau Majma’ Taqriyb Al Madzahibil Islamiyah sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa Allah SWT menjadikan tanah suci Mekkah sebagai medan untuk memproklamirkan pelepasan diri kita sebagai sebuah umat yang satu dari kaum musyrikin, sebagaimana firmannya, “Dan proklamasi dari Allah pada hari-hari pelaksanaan ibadah haji, bahwa Dia dan Rasul-Nya telah berlepas diri dari kaum musyrikin. Pada ayat itu jelas sekali, bahwa upacara baraah tersebut adalah bagian dari rukun haji, tegasnya. Masalah penting lain yang dapat kita petik dari momentum haji menurutnya adalah upaya menjalin persatuan dan kesatuan di kalangan kaum muslimin dari berbagai madzhab dan suku bangsa dengan cara saling memahami, lapang dada dan toleran. Kaum muslimin dengan nyata akan menyaksikan, bahwa mereka memiliki kesamaan besar dalam tata cara melakukan ibadah lebih dari 90 %, hanya kurang-lebih 10 % terdapat perbedaan pandangan, karenanya tidak patut prosentase kecil perbedaan ini menjadi jurang pemisah dan faktor untuk tidak toleran, tambahnya. 492167
captcha