IQNA

Jihad Hakiki Faktor Kemajuan Bangsa dan Harapan Seluruh Rakyat

3:02 - November 19, 2010
Berita ID: 2033699
Imam Ali Khamenei: Jihad adalah Kehadiran yang berkelanjutan di medan kerja dengan pemahaman yang benar akan tugas masing-masing serta melawan berbagai faktor penghambat kemajuan
Iqna merilis dari situs resmi Pemimpin Spiritual Tertinggi atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei (www.leader.ir) bahwa beliau Rabu pagi (17/11) melakukan pertemuan dengan ribuan warga kota Isfahan. Dalam pertemuan itu Rahbar menyebut keimanan dan komitmen pada nilai-nilai ilahi merupakan kunci keberhasilan bangsa Iran. “Di balik kekuatan komitmen penuh berkah ini bangsa Iran telah menjadi pelopor dan pemenang di pelbagai bidang. Sementara musuh tetap menemui kegagalan dan akan tetap berada dalam kondisi putus asa,” tegas Rahbar. Di awal pidatonya Rahbar menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada bangsa Iran dan seluruh umat Islam sedunia. Rahbar menyebut sampai pada pemahaman Idul Adha dapat menjadi solusi bagi kehidupan manusia, baik secara individu maupun nasional. Beliau menambahkan, “Pengorbanan luar biasa Nabi Ibrahim as dan penghargaan besar ilahi kepada Nabi-Nya telah menjadi simbol hakikat yang penuh kebijaksanaan. Karena melewati jalan transenden, kemajuan dan ketinggian tanpa disertai pengorbanaan tidak akan mungkin tercapai.” Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut filsafat segala ujian ilahi akan menyampaikan pribadi atau bangsa kepada sebuah babak baru dari pertumbuhan dan kesempurnaan. “Setiap pribadi atau bangsa yang berhasil melewati lembah ujian, berarti dengan bantuan Allah ia telah selangkah lebih dekat kepada tujuan kesempurnaannya,” ungkap Rahbar. Sekaitan dengan pembahasan filsafat ujian ilahi, Rahbar mencontohkan keberhasilan bangsa Iran dalam melewati fitnah tahun lalu. Dijelaskan lebih lanjut oleh beliau, “Makna dari keberhasilan bangsa Iran melewati fitnah ini tidak dapat disederhanakan pada semakin nyatanya kekuatan bangsa ini. Tapi arti sebenarnya dari keberhasilan ini bangsa Iran dengan bersandar pada keimanan, kepekaan hati, mengetahui situasi dan kondisi serta melakukan langkah-langkah yang penting telah mengantarkan bangsa ini ke sebuah babak baru dari kehidupannya. Bangsa Iran telah menemukan kekuatan baru untuk mencapai tujuan puncaknya.” Di bagian lain dari pidantonya, Rahbar mengingatkan pengorbanan rakyat Isfahan pada 25 Aban 1361 (16 November 1982) sebagai contoh lain dari keberhasilan dalam melewati ujian ilahi. Rahbar menambahkan, “Pada waktu itu, rakyat Isfahan yang tengah mengantarkan 370 syahid tanpa ragu mengirimkan para pemuda pemberaninya ke medan tempur. Sikap mereka telah menjadi simbol pengorbanan dan kejayaan.” Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai partisipasi rakyat Isfahan yang mukmin, revolusioner dan berbudaya di pelbagai sektor; sebelum revolusi, masa revolusi, Perang Pertahanan Suci dan pembangunan serta kemajuan negara merupakan manifestasi semangat keimanan, pengorbanan dan perjuangan warga provinsi ini. Dikatakannya, “Memikirkan dan menganalisa apa yang telah dilakukan dan patut dibanggakan ini akan mengantarkan kita memahami identitas dan potensi rakyat Isfahan yang masih tersimpan. Dengan cara ini diharapkan jalan kemajuan yang berkesinambungan, kepeloporan dan kemuliaan warga Isfahan semakin terbuka nyata bagi semua.” “Jihad dengan pengertian luasnya bakal menciptakan pembangunan, energi dan harapan bagi sebuah bangsa,” ungkap Rahbar. Dijelaskan oleh beliau, “Jihad adalah ‘partisipasi dan gerak yang berseiringan dengan mengenal kewajiban dan terkadang dilakukan dengan berperan serta dalam pelbagai bidang seperti sosial, politik dan bahkan berpartisipasi di bidang pemikiran dan rasional.” Sembari menyebutkan kegagalan musuh yang berturut-turut, Rahbar menegaskan bahwa upaya melawan bangsa Iran yang penuh pengorbanan dan pejuang menjadi tidak mungkin. Menurut beliau, “Front musuh Islam, Revolusi dan Iran tidak pernah berhasil menjadi musuh bangsa Iran hanya dengan perang dan ancaman militer. Saat ini, mereka yang berpikiran bahwa dengan menjatuhkan ‘sanksi’dapat menundukkan bangsa Iran ibarat memukul air di dulang terpercik muka sendiri. Rahbar menilai setiap harinya musuh berharap dapat menciptakan jarak antara rakyat dan para pejabat, menciptakan buruk sangka dan membesar-besarkan masalah yang tidak ada artinya. Oleh karenanya, Rahbar mewanti-wanti agar semua mewaspadai gerakan musuh ini. Setelah mengajak semua waspada, Rahbar mengritik keras orang-orang yang selalu menciptakan cara pandang negatif, putus asa dan perselisihan. Orang-orang seperti ini senantiasa menuduh Republik Islam Iran sesuai yang diinginkan oleh pihak-pihak asing. Rahbar menambahkan, “Sejatinya, mereka ini melakukan aksinya sebagai ganti dari para musuh bangsa Iran. Mereka ini ingin menutupi kegagalan propaganda Zionis Israel dan Amerika. Tapi bangsa Iran tahu betul bahwa langkah-langkah ini merupakan bentuk pengkhianatan nyata.” Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menilai upaya menyebarkan kerusakan moral dan narkotika adalah alat yang dipakai musuh untuk meraih tujuan-tujuan politiknya. Oleh karena itu, beliau mengajak bangsa dan rakyat Iran, khususnya para pemuda agar lebih mewaspadai dua masalah ini. Sekaitan dengan kota Isfahan, Rahbar menyebut kota ini sebagai pusat ilmu agama dan umum. Seraya menyinggung hauzah ilmiah dan universitas yang ada di kota ini Rahbar mengatakan, “Isfahan di suatu periode pernah menjadi pusat ilmu di Iran dan bahkan dunia Islam. Ulama, cendikiawan dan seniman kaligrafi berhasil mengantarkan Isfahan ke posisi ini dengan aktvititas mereka.” Di awal pertemuan ini, Ayatullah Thaba’thaba’i Nejad, Wakil Wali Faqih dan Imam Jumat Isfahan menyinggung peran membanggakan rakyat Isfahan selama Perang Pertahanan Suci dan periode setelahnya. Dikatakannya, “Tanggal 25 Aban 1361 mengingatkan hari bersejarah di mana warga Isfahan menjadi pelopor di bidang jihad dan pengorbanan. Oleh karenanya, hari ini dalam sejarah Isfahan dikenang sebagai ‘Hari Pengorbanan Isfahan’. Ayatullah Thaba’thaba’i menambahkan, “Rakyat Isfahan juga aktif dalam pelbagai bidang dalam membela Islam dan Revolusi Islam seperti berpartisipasi aktif dalam pemilu-pemilu, kemajuan sains dan pembangunan serta menunjukkan dirinya senantiasa waspada menghadapi pelbagai konspirasi musuh.” 697303
captcha