Seorang tokoh oposisi rezim berkuasa Libya menyatakan bahwa tokoh syiah Lebanon, Imam Musa Sadr berada di salah satu penjara di kota Sabha, di selatan Libya.
Iqna mengutip laporan dari situs al-Alam, seorang tokoh oposisi rezim berkuasa Libya, Abdul Majid Mansour menegaskan bahwa tokoh terkemuka syiah Lebanon, Imam Musa masih hidup dan berada di salah satu rumah tahanan yang berada di selatan Libya.
Ia menafikan atas klaim dari pemerintah Tripoli, yang menyatakan Imam Musa Sadr telah berangkat menuju Italia, dengan mengatakan, “Imam Musa Sadr pada tahun 1992 berada di sebuah penjara di kota Sabha di selatan Lebanon.”
Ia menambahkan, informasi yang kami terima melalui sumber yang dapat dipercaya dan kami menyakini kebenaran informasi ini dan persoalan ini juga ditegaskan oleh para petugas penjara.
Pada 31 Agustus 1978, Imam Musa Sadr bersama dua orang yaitu, Syeikh Muhammad Yaqub dan Abbas Badruddin, pimpinan redaksi kantor berita Lebanon, tiba di Libya. Mereka tinggal di kota Tarablus, Ibukota Libya. Menurut rencana mereka akan berdialog dengan Presiden Libya, Muammar Gaddafi. Namun media Libya tidak memberitakan soal pertemuannya tersebut.
Sejak itu hingga kini Imam Musa Sadr raib tanpa jejak. Sami al-Misrati, seorang tokoh oposisi rezim berkuasa Libya dalam wawancaranya dengan televisi al-Alam menyatakan, “Sebuah pesawat pada Senin kemarin, merelokasi ke tempat yang tidak diketahui.”
751910