IQNA

Rezim Bahrain Rusak dan Bakar Sejumlah Masjid

6:43 - April 05, 2011
Berita ID: 2100626
Rezim Bahrain bertujuan menyulut api fitnah antar mazhab, menghancurkan beberapa masjid di negara ini dengan dalih tidak memiliki izin.
IQNA mengutip laporan dari situs al-Kautsar, ulama dan cendekiawan dari Bahrain, Abd an-Nabiy an-Nasyabih kemarin, mengatakan, “Dengan dalih tidak mendapatkan izin, Pemerintah Bahrain melalui aparat keamanan telah merusak dan membakar sejumlah masjid di beberapa wilayah di negara ini, khususnya di wilayah Hamd.” Dia menambahkan: "Sejumlah kaum buruh berpartisipasi dalam protes baru-baru ini, menyerukan reformasi politik. Mereka tidak lagi mendapatkan uang gaji mereka, begitu pula terjadi pemecatan atas sejumlah pekerja dan mahasiswa dari berbagai universitas yang mendukung protes tersebut.” Pemerintah Bahrain beralih ke metode ini, khususnya pembakaran masjid dan mengobarkan api fitnah antar mazhab. Dengan melalui metode inilah, negara ingin menghindari tuntutan rakyat, hingga mereka terlibat ke dalam konflik perang. Ia mengatakan, pemerintah Bahrain dengan menciptakan opini di beberapa jaringan satelit dunia seperti "al-Alam" untuk menutupi aib mereka dengan membunuh warga yang tidak bersalah, pengusiran sejumlah wartawan asing dan mencoba untuk menutupi mata masyarakat dunia dengan melakukan penindasan uterhadap para pemrotes. Selanjutnya beliau menegaskan, sejumlah pejabat Bahrain, bahkan dokter dari negara-negara lain secara sukarela untuk mengobati luka dari para demonstran Bahrain. Para dokter mengecam adanya kebijakan pelarangan atas mereka untuk memasuki negara ini. Abd an-Nabiy an-Nasyabih adalah seorang ulama terkemuka di Bahrain, pada akhir keterangannya mengatakan: "Bahkan ibu hamil dan lansia ditangkap, hal ini bertentangan dengan prinsip dan melanggar undang-undang dan hukum internasional serta hak asasi manusia.” 768401
captcha