Pertemuan duta-duta besar negara Islam yang berada di Kabul dengan ,,,dan saran keduataan Republik Islam Iran dalam hal menciptakan keselarasan yang telah diselenggarakan dengan tujuan mempererat kerja sama dalam menciptakan stabilitas dan keamanan di Afghanistan dan daerah di kedutaan Iran.
IQNA cabang Republik Islam Afghanistan mengutip dari berita suara Afghanistan: pada acara ini Fadho Husain Maliki duta besar Islam Iran di Afghanistan mengutuk dalam rangka turut berbela sungkawa atas tragedy Mazar Syarif (pembunuhan keji para pekerja PBB dikota ini ) dan penodaamn kehormatan pada Al Qur’an Al Karim oleh pemimpin Gereja Amerika yang mengakibatkan terlukanya perasaan jutaan umat Islam dan mengatakan: tragedy pedih Mazar Syarif menyebabkan syahidnya diplomat-diplomat Iran.
Berkenaan dengan pergolakan Timur Tengah Maliki juga mengatakan: serangan Barat pada daerah ini akan lebih mempersulit, dan umat Islam harus lebih waspadah terhadap Barat.
Damistura perwakilan dari PBB di Afghanistan juga turut menyampaikan duka ciat kepada para duta besar negara Islam dan menampakkan penghormatannya dengan hadir pada pertemuan duat-duta besar negara-negara Islam.
Dia juga menambahkan: saya mengutuk penodaan atas kehormataan Al Qur’an Al Karim, menurut saya pribadi seseorang yang telah menghina Al Qur’an Al Karim bukanlah seorang pemimpin gereja, meskipun saya bukan seorang muslim, tetapi saya sangat menghormati agama Islam dan saya mengharap negara-negara Islam senantiasa bekerja sama untuk menyelesaikna permasalahan Afghanistan dengan Uni PBB.
Munir Az Zaman wakil OKI di Afghanistan dan duta-duta besar negara Mesir, Turki, Pakistan, Tajikistan, Kazaqistan membicarakan tentang persatuan umat Islam dan bagaimana mempererat kerja sama antara negara-negara Islam dan propinsi untuk menyelesaikan permasalahan Afghanistan dan propinsi.
769958