IQNA

Kaji Tanggungjawab Masyarakat Internasional terhadap Perkembangan Bahrain

6:33 - April 14, 2011
Berita ID: 2105578
Sebuah pertemuan ‘Mengkaji Tanggung Jawab Masyarakat Internasional terhadap Perkembangan Bahrain menurut Hukum Kemanusiaan dan Persahabatan’ berlangsung kemarin di Universitas Mufid.
IQNA melaporkan, menyusul perkembangan mengkhawatirkan atas penindasan rakyat di Bahrain, Yaman, Libya, Arab Saudi dan beberapa negara lain di kawasan memunculkan respon yang lemah dan standar ganda dari politik Barat dan masyarakat internasional untuk membela hak-hak bangsa tertindas, Sesi khusus Komisi Hak Asasi Islam telah menyelenggarakan suatu pertemuan berkenaan dengan negara-negara di kawasan itu. Pertemuan dengan tema ‘Mengkaji Tanggung Jawab Masyarakat Internasional terhadap Perkembangan Bahrain menurut Hukum Kemanusiaan dan Persahabatan’ tepatnya berlangsung Rabu kemarin, 13 April mulai pukul 13.30 di Universitas Mufid. Pertemuan itu menampilkan pidato dari anggota Delegasi Ilmiah Universitas Mufid Hujjatul Islam Nasser Qurbanian dan Ketua Komite Internasional Palang Merah, John Estric serta perwakilan dari Departemen Peraturan Asing Komisi Hak Asasi Islam Iran. 773566
captcha