IQNA mengutip dari website sudaneseonline: konferensi ini akan terlaksana atas kerja sama Asosiasi Negara-Negara Islam dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan dibawah pengawasan Presiden Republik Indonesia Bambang Soesilo Yudoyono.
Motto dari konferensi ini adalah “Media Baru dan Teknologi Informasi Peluang dan Tantangan” dan pada konferensi ini juga turut berpartisipasi Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki, Sekjen Asosiasi Dunia Islam dan Ali Muhammad Syamu mantan menteri di media Sudan.
Sayyid Arabi Iydi mentan direktur Universitas Islam Malaysia, Hamidi Abul Ainaini dari Mesir, Nashir Bu Ali dari Al Jazair dan Malik Ibrahim Al Ahmad dari Arab Saudi juga menyampaikan makalah ilmiahnya di konferensi ini.
Menurut laporan ini, sekelompok peneliti dan ahli media kelompok Islam dan non Islam dari Saudi Arabia, Sudan, Mesir, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Belanda, Emirat, Amerika dan Inggris akan menghadiri konferensi media Islam di Jakarta.
Abdullah bin Abdul Muhsin At Tarki sekjen asosiasi dunia Islam pada pernyataannya berkenaan dengan konferensi yang akan diadakan di Jakarta agar umat Islam didunia Islam memperhatikan banyaknya tantangan, dia menekankan: media Islam saat ini masih perlu kondinasi antar instansi untuk mencapai tujuannya, khususnya hari ini kita melihat kemajuan di bidang media ini.
Abdullah bin Abdul Muhsin At Tarki selanjutnya mengingatkan: konferensi internasional media Islam kedua ini ditekankan untuk mencapai tujuan seperti mengenalkan misi dunia Islam, kekuatan agama ini dalam mempublikasikan dari setiap ekstrimisme Islam moderat dan konfrontasi dengan wacana dan juga menampilkan akan pentingnya dialog diantar Muslim dengan pengikut agama lainnya didalam Islam.
Dia juga menegaskan: pada konferensi ini akan diusahakan untuk memperkenalkan misi Islam yang didasarkan pada kerja sama antara umat Muslim dan nilai-nilainya seperti keadilan, perdamaian dunia dan juga produksi untuk menerbitkan media dan kemampuan melayani umat Muslim serta mempertahankan identitas budaya mereka.
903940