IQNA

Seorang Qari harus memahami Makna ayat yang dibacanya

22:04 - July 29, 2012
Berita ID: 2380293
“Seorang qari yang membacakan Firman Tuhan harus dapat memahami makna setiap ayat yang dibacanya”, kata seorang Qari Afghanistan kepada IQNA.
Enayatollah Esmatyar yang akan mewakili Afghanistan di kontes Al Quran Internasional ke-4 untuk Siswa, menambahkan bahwa fokus kegiatan Al-Qur'an saat ini harus mencerminkan Al-Qur'an itu sendiri. Dia mengatakan, dengan pemahaman maknanya, maka seorang qari dapat menyajikan bacaan yang baik dan efektif. Kedekatan dengan Al-Quran membawa dampak pada kehidupan pribadinya selanjutnya Esmatyar juga mengatakan dengan memahami Al-Quran akan mempengaruhi kehidupan seseorang secara pribadi dan sosial. "Yang paling utama adalah Seorang qari Quran harus berperilaku baik dan mencerminkan sosok manusia yang memahami ajaran kitab Allah.” "Setiap kali ketika pikiran yang tidak benar datang ke benak saya, saya langsung teringat bahwa diriku ini seorang qari Al-Quran dan masyarakat mengharapkan saya untuk menjadi manusia berasaskan Al-Quran. Oleh karena itu, saya berusaha untuk selalu melangkah di jalan yang benar. " Mahasiswa ilmu Fiqih tersebut menambahkan bahwa pengetahuan tentang Al-Quran terbukti sangat membantu studinya dalam memahami masalah Fiqih. Dalam sambutannya yang lain Esmatyar menyerukan, Universitas Islam diseluruh dunia harus meningkatkan kegiatan Al-Quran yang memiliki efek positif terhadap iman dan taqwa para siswa. Dia juga menyebutkan, kontes Quran Internasional untuk Siswa ini merupakan sarana memperkuat persatuan umat Muslim karena bukan dihadiri oleh kalangan Syiah saja, tetapi juga kontestan dari sekolah Islam dengan madzab-madzab yang lain. Ini suatu kesempatan yang sangat baik bagi madzab-madzab lain untuk bersatu padu dan menggagalkan upaya musuh-musuh Islam. Ditujukan pada kegiatan Qur'an di negaranya ia mengatakan, tingkat aktivitas Al-Quran di Afghanistan rendah, sangat disesalkan bahwa orang-orang di Afghanistan sangat dipengaruhi oleh media dan budaya barat. "Dalam rangka meningkatkan kegiatan Al-Quran, harus dibangun gedung budaya" tegas Esmatyar. Dia menyebutkan isntruksi Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Imam Khamenei tentang perlunya melatih 10-15 Juta penghafal Al-Qur'an, dan hingga saat ini semua lembaga di Iran telah berusaha untuk memenuhinya. "Oleh karena itu, kita tengah menyaksikan pelaksanaan 1446 program Quran sebagai kampanye nasional untuk mempromosikan budaya menghafalkan Qur'an di Iran”. Keberhasilan ini disebabkan oleh penyebaran informasi yang luas. Kompetisi Al-Quran Internasional ke-4 untuk Siswa rencananya akan diselenggarakan di Tabriz, Iran, pada tanggal 12-15. 1059706
captcha