Dalam rangka itu, website-website pemerintah Cina menampilkan pengumuman bahwa seluruh warga tidak memiliki hak untuk menggelar dan ikut serta dalam segala jenis aktivitas keagamaan di bulan Ramadhan ini.
Padahal kebanyakan warga Shenyang beragama Islam, dan Shenyang adalah seper enam dari luasnya daratan Cina.
Akhir-akhir ini pemerintah Cina kerap mengeluarkan peraturan-peraturan yang bertentangan dengan kebebasan beragama dan hak-hak asasi manusia.
Dikabarkan siasat pemerintah tersebut dijalankan menyusul beberapa orang Muslim di negeri itu dituduh sebagai teroris.
Padahal sikap pemerintah yang sedemikian rupa secara jelas bertentangan dengan kebebasan dan HAM.
Sumber: The Globe and Mail
1073295