IQNA

Falah Kasmaie Terpanggil: menjelaskan Kesamaan-kesamaan Syiah dan Sunni dalam Kompetisi Al-Quran Para Mahasiswa/ Kita Netralisir Konflik Anti-Syiah Wahabi

11:33 - August 13, 2014
Berita ID: 1438960
Kompetisi Al-Quran Internasional para pelajar muslim adalah langkah efektif untuk memerangi konflik anti-Syiah kelompok sesat Wahabi dan dalam acara-acara tambahan kompetisi ini dapat diambil kancah pendekatan antar mazhab dan menjelaskan kesamaan-kesamaan antara Syiah dan Sunni.

Falah Kasmaie, Qari dan Juri internasional Al-Quran Al-Karim saat wawancara dengan IQNA menganalisis kompetisi internasional Al-Quran para pelajar muslim. Di sela-sela statemennya, dia mengatakan, “Opini publik dunia Islam sangat tidak mengenal kompetisi ini dan di luar negeri kompetisi semacam ini tidaklah dikenal; dengan demikian, dalam rangka mengenalkan kompetisi ini, beberapa prorgam harus dirancang dan disusun.”
Dia menganggap, interaksi universitas dunia Islam dengan para penanggung jawab penyelenggaraan kompetisi Al-Quran para pelajar muslim sangat efektif dalam memperkuat proses penyelenggaraan kompetisi. “Penyelenggaraan kompetisi semacam ini merupakan langkah tepat dan sesuai, dan  akan mempertemukan para pelajar kaum muslimin. Kerjasama universitas-universitas yang ada dalam kompetisi ini, guna memperkuat kompetisi sangatlah efektif. Namun, sebagain dari universitas di luar negeri, yang di antaranya adalah Arab Saudi tidak merespon  kompetisi semacam ini dan mereka tidak menyambutnya; karena mereka aktif dengan perealisasian pemikiran Wahabi, yang menentang Syiah,” tambahnya.

Kompetisi Al-Quran Para Pelajar; Penetralisir Slogan-Slogan Negatif anti-Syiah
Pengajar Universitas Virtual al-Musthafa (saw) menegaskan, “Sangat disayangkan bahwa di luar Iran, slogan-slogan anti-Syiah sedang populer, bahkan suatu pemikiran salah ini telah menyatakan bahwa orang-orang Syiah memiliki Al-Quran tersendiri, sangatlah marak; dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi semacam ini dan pertemuan-pertemuan para pelajar sebagai generasi muda yang berpengaruh dalam masyarakat, dapat menetralisir slogan-slogan semacam ini. Dengan menjelaskan bahwasanya kompetisi Al-Quran para remaja muslim adalah termasuk dari aktifitas-aktifitas yang efektif di masa mendatang umat Islam, peneliti Al-Quran ini menjelaskan, “Republik Islam Iran memiliki peran signifikan dalam menghadapi tipu muslihat dan slogan-slogan anti-Syiah.  Program-program di domestik dan di luar negeri harus dijalankan, supaya para pelaksana slogan-slogan semacam ini akan gagal. Segala bentuk aktifitas kebudayaan dalam hal ini harus dilaksanakan secara matang dan terprogram .”

Urgensitas Penjelasan Kesamaan-kesamaan Syiah dan Sunni dalam Program-program Tambahan Kompetisi
Dia menganggap, pelaksanaan program-program kebudayaan di sela-sela kompetisi seperti penyelenggaraan seminar sangatlah efektif dalam mewujudkan interaksi yang lebih antar para aktifis Al-Quran dari berbagai negara.
“Kita harus menjalankan pertemuan-pertemuan dalam rangka pendekatan antar mazhab dan kita menekankan kesamaan-kesamaan antara Syiah dan Sunni; kita harus mengundang para ulama al-Azhar, para intelektual moderat dan organisasi-organisasi Islam yang  diakui dunia supaya mereka dapat hadir pada pertemuan-pertemuan ini, sehingga dengan adanya interaksi semacam ini, persatuan Islam semakin kuat dan proyeksi-proyeksi anti-Syiah dapat dinetralisir,” kata dia.

Menghalau anti-Syiah Wahabi dengan Penyelenggaraan Pertemuan di Sela-Sela Kompetisi
Dengan menekankan penguatan ajakan dari para Qari dan hafiz Al-Quran dan ulama-ulama Ahlus Sunnah untuk ikut serta dalam kompetisi, Kasmaie mengingatkan, “Para ulama mazhab dengan menghadiri pertemuan-pertemuan semacam ini akan mengenal pandangan-pandangan Syiah dan mereka dapat mengetahui bahwa para pengikut ajaran Ahlul Bait (as) tidaklah seperti apa yang telah dikenalkan oleh slogan-slogan negatif  nan bias dan slogan-slogan semacam ini, yang bersumber dari pemikiran kolot wahabi, sama sekali tidaklah benar.”

Penyelenggaraan Kompetisi di Pelbagai Negara
Dia menganggap penyelenggaraan kompetisi internasional Al-Quran para pelajar muslim di pelbagai negara sebagai cara pempromosian kompetisi ini.
“Para penanggung jawab, dengan berkonsultasi dan berinteraksi secara efektif, dapat menyelenggarakan kompetisi ini di kota-kota seperti, Najaf al-Asyraf, Istanbul, dan bahkan di kota Madinah al-Munawwaroh; langkah ini akan memiliki peran yang sangat efektif dalam mempromosikan kompetisi dan informasi umum, dan insya Allah suatu saat nanti, hal ini akan terealisasikan,” kata dia.
Pengajar Al-Quran haram Sayidah Ma’sumah (sa) menyatakan bahwa penyelenggaraan sesi keempat kompetisi di Tabriz ini adalah langkah yang bagus dan tepat. Dia menyatakan, “Penyelenggaraan kompetisi di kota-kota suci seperti Masyhad dan Qom yang juga memiliki corak kebudayaan-keagamaan dan pada sisi ini sangatlah diprioritaskan, akan dapat membantu pada pengayaan kompetisi. Pengenalan yang lebih bagi para peserta akan tempat-tempat religi dan  kebudayaan yang dimiliki kota-kota ini, akan ikut menghantarkan mereka mengenal warisan-warisan Islami, terkhusus untuk ajaran Syiah.

Penandatanganan MOU dengan Institusi Domestik Akan Mengkayakan Kompetisi
Dia menganggap penggunaan kapasitas domestik dan penandatangan MOU kerjasama dengan intitusi-institusi kebudayaan negara kami merupakan langkah efektif dalam pengayaan kompetisi.
“Organisasi kebudayan dan hubungan Islam serta Jami’ah al-Mushtafa al-Alamiyah merupakan salah satu institusi yang bekerjasama dalam penyelenggaraan kompetisi Al-Quran para pelajar muslim; namun interaksi ini harus diperbanyak dan penandatanganan MOU dengan institusi-institusi domestik, terkhusus Majma’ Jahani Taqrib Mazahib Islami dalam mencapai tujuan dan visi-visi para pelaksana kompetisi ini sangatlah efektif,” tegas dia.

Usaha Amerika dan Israel dalam Menghalau Perkembangan Islam
Qari internasional ini, Dalam sebagian ceramahnya mengisyaratkan perkembangan pertumbuhan Islam di dunia.
“Sekarang ini perkembangan Islam murni nabi Muhammad (saw) dan ajaran-ajaran agama yang jelas ini sangatlah dramatis jika dibandingkan sebelumnya dan setiap harinya kita saksikan tendensi sejumlah non-muslim terhadap agama yang jelas ini; permasalahan yang tidak mengenakkan Israel, Amerika dan negara-negara penyeru Islam palsu dan pemikiran Wahabi yang membahayakan dan menyebabkan negara ini menggunakan pelbagai macam cara untuk menghadapi agama yang jelas ini,  yang bertentangan dengan politik mereka,” tegasnya. 
Peneliti Al-Quran ini, di akhir katanya mengingatakan, dengan menekankan bahwa Barat dan Israel sangat merasa takut atas perkembangan Islam.
“Untuk menetralisir segala bentuk slogan anti-Islam dan aktifitas kelompok-kelompok sesat seperti ISIS (Daulah Islamiah), Kami harus melakukan karya budaya berskala luas dan harus meluruskan gambaran buruk mengenai kaum muslimin dan kami tidak membolehkan ISIS mencapai tujuan-tujuannya dengan slogan-slogan yang mengatasnamakan Islam dan menyebabkan opini publik tidak mengenal Syiah dan ajaran-ajarannya yang kaya  ini dan kemudian mereka memusuhi orang-orang Syiah.”
Perlu diingatkan, Falah Kasmaie, Peneliti Al-Quran dan Qari internasional Al-Quran Al-Karim, yang lahir pada tahun 1967 M di kota Najaf Asyraf; sekarang ini adalah seorang peneliti, pengajar di universitas, dan hauzah Ilmiah Qom, dan Universitas Virtual al-Musthafa (saw).

1438152

captcha