
“Mahmud Abu An-Nashr, kemarin hari (12/9/2014) menegaskan, “Penambahan konsep dan gambaran berkaitan dengan keajaiban ilmiah Al-Quran dan sunnah Nabawi dalam program-program pelajaran para mahasiswa dalam tahun ajaran baru yang di mulai pada tanggal 20 September mendatang belumlah terkompilasi,” demikian laporan IQNA, seperti dikutip dari Kantor Berita Seda Elbalad.
“Masalahnya adalah Abdullah bin Abdul Aziz Al-Mushlih, Sekretaris Jenderal Asosiasi Dunia Keajaiban Ilmiah Al-Quran dan Mushtafa Al-Syimi, Manajer Kantor Organisasi di Kairo ini bertemu dengan saya di Kementerian Wakaf Mesir dan menghadiahkan naskah buku “Al-Minhaj Al-Maisar Lil I’jaz al-Ilmi fi Al-Quran wa Al-Sunnah, Metode Mudah Memahami Keajaiban Ilmiah Al-Quran dan Sunnah” kepada saya sementara saya sangat menyukainya dan saya mengumumkan hasrat saya untuk menambahkan pemahaman ini dalam program-program pelajaran para mahasiswa di masa mendatang dan saya tidak katakan hal ini akan terlaksana pada tahun ini,” tambahnya.
Abu An-Nashr menegaskan, pokoknya penambahan pembahasan-pembahasan baru dalam program-program pelajaran para mahasiswa pada tahun ini tidaklah mungkin, dikarenakan buku-buku pelajaran sudah dicetak dan tidak ada masa untuk melakukan perombakan, sedangkan tahun ajaran baru sudah dekat.”
Nampaknya, sikap Mahmud Abu An-Nashr dengan memperhatikan penentangan terhadap pengajaran keajaiban Al-Quran di sekolah-sekolah merupakan sebuah pengunduran diri, dikarenakan dia sebelumnya dengan pemaparan program pelajaran keajaiban ilmiah Al-Quran di markas program-progam pelajaran Kementerian Pendidikan dan Pengajaran Mesir telah sepakat untuk menambahkannya dalam pelajaran-pelajaran sekolah para mahasiswa.
Sebelumnya, terlihat reaksi terhadap pengajaran keajaiban Al-Quran di sekolah-sekolah Mesir dan Partai Sekuler Mesir dalam rangka kebijakan Anti-Islamnya sangat menentang keputusan ini.
Presenter jaringan satelit “CBC” Mesir juga dalam pernyataan lemah dan menghina mengklaim bahwa pengajaran keajaiban Al-Quran dan sunnah di sekolah-sekolah adalah pekerjaan yang sia-sia.