IQNA

16:23 - June 19, 2007
Berita ID: 1555224

Qardhawi Menolak Undangan untuk Duduk Bersama dengan Para Tokoh Yahudi

Yusuf Qardhawi menolak undangan Dubes Kazaqestan untuk menghadiri acara Konfrensi Dialog antar Pemuka Agama dengan alasan acara tersebut akan dihadiri juga oleh pemuka agama Yahudi dari Israel

Iqna merilis dari pusat berita dunia Islam, bahwa Yusuf Qardhawi, ketua persatuan ulama Islam dunia di rumahnya saat ditemui oleh Dubes Kazaqistan, Adzamat Biyr Dibay di Qatar menolak untuk hadir di konfrensi dialog antar pemeluk agama yang akan diselenggarakan di Kazaqistan dalam eaktu tidak lama lagi.

Berkenaan dengan sebab penolakannya itu Qardhawi menyatakan adalah diakibatkan keikutsertaan pamuka agama Yahudi dari Israel.

Sejarah Ringkas Dialog antar Agama

Wacana diskusi antar agama secara internasional sejak satu abad yang lalu telah dimulai dan pada tahun 1932 Perancis bertindak sebagai pemerakarsa yang mengirimkan beberapa orang pemuka agama ke Mesir untuk melakukan dialog dengan Al Azhar guna menjajaki adanya kemungkinan menjalin persatuan antara tiga penganut agama; Islam, Yahudi dan Nasrani.

setelah berselang beberapa tahun wacana dialog tersebut lebih meluas dan maju sehingga banyak lembaga dan yayasan internasional melakukan acara seminar dan sejenisnya membahas seputar masalah keagamaan tiga agama.

Tujuan penyelenggaraan konfrensi dialog antar agama

Diantara tujuan yang diharapkan dari pelakasanaan konfrensi antar agama itu adalah sebagai berikut:
1. Menjalin persatuan antar umat beragama dengan mendekatkan pemikiran dan keyakinan yang sama antar mereka.
2. Melakukan seminar dan dialog antar agama-agama non samawi yang beberapa kali berhasil diselenggarakan dengan menghadirkan tokoh agama Budi dan Hindu
3. Menjalin kerjasama dan mencari kebijakan politik bersama antar pemeluk agama berdasarkan poin-poin yang mempersatukan di antara mereka, seperti yang pernah dilakukan dilakukan di Qatar antar tokoh muslim, katolik dari vatikan dan Khaham Yahudi.
4. Menjalin persatuan dalam rangka mencari nilai-nilai etika universal seperti HAM, kebebasan dan anti penjajahan.


Pendapat para Ulama Islam

Diantara ulama ada yang berpendapat, bahwa mencari titik temu antar pemeluk agama itu adalah tidak mungkin karena keyakinan masing-masing umat bergama adalah berbeda dan bertentangan, sehingga mustahil untuk bertemu dan bersepakat.

Mereka berpendapat, bahwa Al Quran menganggap Islam sebagai penyempurna agama sebelumnya, hingga tidak ada agama lain selain Islam dan hal ini akan bertentangan dengan prinsip dialog yang meniscayakan keabsahan agama lain sehingga bisa duduk bersama.

Pendapat lain dari Sulaim Al'Aw, sekjend persatuan ulama muslimin dunia dalam ceramahnya di Kairo menyatakan, bahwa dialog antar agama itu tidak akan menghasilkan apa-apa, karena Islam tidak menganggap sah agama lain dan dengan mudah mereka menganggap Palestina sebagai negara bukan Islam namun sebagai negara yahudi, bagaimana kita akan menemukan titik temu dengan mereka?

Dia juga menambahkan, bahwa sebagian dari tokoh Nasrani di dalam konfrensi-konfrensi itu memiliki niat-niat khusus demi meraih kepentingan pribadi dan golongan mereka sendiri di negara-negara Islam.

134954


captcha