IQNA mengutip dari situs Arab Muhit: Bahwa Rafiqah Ahmad seorang palestina berkata: pada usia seperti sekarang ini saya tidak pernah berfikir dapat menghafal Al Qur’an secara keseluruhan, akan tetapi Allah swt telah memberikan kemampuan dan kehendaknya kepada saya menolong saya di jalan ini.
Dalam kelanjutan wawancaranya beliau menjelaskan: saya telah memulai menghafal Al Qur’an dari usia 40 tahun ketika mulai di dirikan masjid Darul Qur’an di tetangga kami. Masjid tersebut sering mengadakan program membaca dan tajdwid Al Qur’an, dan pada saat itu secara umum saya hanya membaca Al Qur’an, saya mengikuti program masjid di tingkat membaca bagi pemula sampai saya dapat membaca Al Qur’an dengan benar, dan saya tidak berfikir untuk menghafalnya, setelah berakhirnya program ini, maka diadakanlah program lainnya yang disebabkan kebutaan saya, saya tidak dapat mengikuti program tersebut.
Dia juga menambahkan: dan ketika itu saya mengambil keputusan untuk menghafal Al Qur’an demi membuktikan bahwa meskipun denga prolem kebutaan dapat menghafal Al Qur’an.
Rafiq Ahmad menguatkan: disalah satu masjid yang diasuh oleh seorang Turkamanistan yang hafal Al Qur’an, saya ingin sesuai kemampuan saya untuk dibimbing menghafal Al Qur’an, dan dia juga menyambut saya dengan senang hati dan motifasi, atas taufik ini setelah Allah swt saya berhutang budi dengan nya.
Dalam hal ini, pembimbing turkamanistan saya ini mengatakan tentang metode menghafal Rafiqah Ahmad: Dia beliau memberikan metode hafalan dengan mudah dan memulainya di rumah, dan secara tertib menghafal dari surat Al Baqoroh, dan Ali Imran, kemudian setelah itu sesuai dengan kemampuan saya semakin meningkatlah hafalan saya, dan dengan pertolongan Allah swt akhirnya dapat menyelesaikan nya.
648444