Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Knoxnews, kursus ini diselenggarakan selama lima pekan, pada hari Minggu di gereja Protestan kota Oak Ridge, propinsi Tennessee Amerika.
Kelas-kelas ini akan diselenggarakan dengan topik-topik seperti "Nuzulul Quran”, "Kelahiran Islam dan Biografi Muhammad (Saw)”, "Syiah dan Sunnah”, "Lima Pokok: Mengamalkan Agama” dan "Konfrontasi Barat dengan Islam”.
Sharon Young, pastor gereja Oak Ridge mengatakan, ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk membedakan realita dari dogeng, dengan menghormati ideologi-ideologi saudara dan saudari muslim kita.
Dalam kursus ini akan dikupas hakikat agama satu milyar enam ratus juta muslim, yang telah membentuk 23% populasi dunia dan agama mereka sebagai agama terbesar kedua dan agama tercepat yang sedang berkembang di dunia.
"Saya senantiasa rindu berbincang-bincang dengan masyarakat tentang Islam. Saya pikir bahwa sekarang ini ada kondisi yang sukar di negara kita. Wacara anti Islam muncul, khususnya dalam gerakan kompetisi pemilu mendatang sangat lebih parah dari pengetahun sejati kita tentang Islam,” ucap Philip Sherman.
Pertemuan pertama kursus ini, yang dapat diikuti oleh khalayak umum masyarakat Amerika secara gratis adalah hari Minggu (10/1) dan terus berlanjut sampai tanggal 7 Februari.
http://iqna.ir/fa/news/3465861