IQNA

9:58 - July 26, 2016
Berita ID: 3470560
BAHRAIN (IQNA) - Partai dan kelompok-kelompok oposisi di Bahrain dengan mengumumkan hari Jumat 29 Juli sebagai hari dunia solidaritas dengan komunitas Syiah di Bahrain, menghimbau seluruh kantor rujukan, lembaga, yayasan, organisasi, para tokoh dan cendekiawan negara-negara Islam supaya mengambil sikap terhadap kejahatan-kejahatan Al Khalifa.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Al-Alam, partai dan kelompok-kelompok oposisi dengan memperhatikan gelombang baru represi Al Khalifa terhadap komunitas Syiah negara ini meminta seluruh kantor rujukan, lembaga, yayasan, organisasi, para tokoh dan cendekiawan negara-negara Islam Bahrain secepatnya terjun ke lapangan dengan slogan "Hentikan aksi-aksi terhadap Syiah dan Ayatullah Syaikh Isa Qassim, rohaniawan tekemuka Syiah Bahrain dan setidaknya mengambil sikap.

Demikian juga, partai dan kelompok-kelompok oposisi di Bahrain mengumumkan tanggal 29 Juli (Jumat) sebagai hari dunia solidaritas dengan komunitas Syiah di Bahrain.

Partai dan kelompok-kelompok ini dalam sebuah pesan meminta kehadiran semua orang di arena pada hari ini, dalam bentuk demo-demo, aksi duduk, seminar atau konferensi-konferensi pers dan semua sarana yang ada untuk mengecam aksi-aksi Al Khalifa terhadap komunitas Syiah.

Demikian juga partai dan gerakan-gerakan ini meminta kesemuanya supaya mengambil program dan langkah-langkah untuk menghentikan aksi-aksi Al Khalifa terhadap komuntias Syiah, karena aksi-aksi ini berdasarkan tolok ukur PBB, merupakan sebuah genosida.

Demikian juga, partai dan kelompok-kelompok oposisi di Bahrain dalam pesannya mengisyaratkan dukungan Arab Saudi dan Emirat kepada otoritas Al Khalifa, dan hal-hal seperti aksi-aksi pemerintahan ini terhadap komunitas Syiah, seperti mencabut kewarganegaraan Ayatullah Syaikh Isa Qassim dan pemblokadean rumah dan tempat tinggalnya, menuduh rohaniawan terkemuka ini, penangkapan Allamah Syaikh Shanqur, khotib shalat Jumat komunitas Syiah dengan dalih penyelenggaraan shalat Jumat dengan tanpa izin dan merintangi penyelenggaraan shalat Jumat di kawasan Duraz, penutupan populasi politik dan kebudayaan besar Syiah, seperti Jamiyyat al-Wefaq Islami dan populasi al-Tauiyyah al-Islamiyyah, Jamiyyat al-Risalah dan penyitaan kekayaan mereka.

Demikian juga dalam pesan ini mengisyaratkan penangkapan para aktivis HAM dan politik serta pengadilan mereka dan menghalangi lawatan beberapa dari mereka untuk keluar negara, kezaliman, kelaliman dan diskriminasi terhadap komunitas Syiah di Bahrain.

http://iqna.ir/fa/news/3517590

Kunci-kunci: Hari ، Solidarits ، Syiah ، Bahrain
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\