
Menurut IQNA, mengutip Muslims Around the World, pekerjaan restorasi dan rekonstruksi Masjid Agung "Al-Mulk" (Raja) di kota Albana di pusat Albania hampir mencapai tahap akhir dan akan segera dibuka kembali untuk para jamaah dan pengunjung; sebuah tindakan yang bertujuan untuk melestarikan warisan Islam dengan ciri khas Ottoman dan meningkatkan status budaya dan sejarah kota tersebut.
Sehubungan dengan hal ini, Walikota Al-Bassan, bersama dengan Mufti kota dan perwakilan dari Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turki (TIKA), melakukan kunjungan lapangan ke lokasi masjid yang terletak di kawasan benteng bersejarah di pusat kota untuk memeriksa kemajuan pekerjaan restorasi. Mereka menegaskan bahwa proyek tersebut berada pada tahap akhir, membuka jalan bagi pembukaan kembali masjid dalam waktu dekat.
Lokasi Masjid Al-Mulk
Masjid Al-Mulk adalah salah satu monumen bersejarah paling terkemuka di Al-Bassan dan bukti kehadiran awal Islam di pusat Albania. Masjid ini dibangun oleh Sultan Bayezid II dan usianya kembali pada akhir abad ke-15 masehi, merupakan masjid tertua di kota ini serta monumen arsitektur terkemuka yang terkait dengan periode penting dalam sejarah kawasan Balkan.
Masjid ini selama berabad-abad telah berfungsi sebagai pusat keagamaan dan budaya yang berpengaruh di sekitarnya, memberikan kontribusi yang signifikan bagi kehidupan spiritual dan sosial kota.
Masjid Malek terdiri dari ruang salat untuk pria dan ruang salat untuk wanita di lantai dua. Sebelum pintu masuk ke ruang salat di sisi utara, terdapat koridor bagi mereka yang tidak mengikuti salat berjamaah untuk salat di sana.
Atap masjid ini terbuat dari kayu dan terdiri dari beberapa lapisan, serta memiliki kapasitas untuk menampung 600 hingga 700 jamaah.
Masjid ini direnovasi total pada tahun 1913 dan sebuah menara baru dibangun untuknya, karena menara yang lama telah hancur total akibat serangan komunis.
Renovasi dan pembangunan menara masjid ini, tidak seperti kebanyakan masjid yang biaya pembangunannya ditanggung oleh lembaga-lembaga Arab dan Turki, tapi semua itu dilakukan dengan bantuan umat Muslim Al-Bassan sendiri. Hal ini menunjukkan akan status historis masjid ini di kalangan umat Muslim Al-Bassan dan keinginan mereka untuk merenovasi dan memulihkannya.
Wali kota Al- Bassan menjelaskan bahwa proyek restorasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan tempat ibadah dan melindungi warisan budaya juga menekankan bahwa monumen bersejarah ini merupakan bagian penting dari struktur perkotaan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Ia mencatat bahwa pembukaan kembali masjid tersebut akan menjadikannya destinasi penting bagi wisatawan dan mereka yang tertarik pada sejarah dan arsitektur Ottoman, terutama karena pekerjaan restorasi bertepatan dengan proyek revitalisasi kawasan Benteng bersejarah, yang memiliki potensi signifikan untuk pariwisata budaya.
Proyek ini diharapkan dapat membantu memperkuat ekonomi lokal, membuka cakrawala baru untuk wisata budaya, dan meningkatkan posisi Al-Bassan di peta situs bersejarah dan pariwisata di Albania.
4330611