IQNA

23:52 - August 16, 2016
Berita ID: 3470614
MYANMAR (IQNA) - Husein Muhammad Tahir, anak kecil tunanetra Myanmar, meski tidak mendapat karunia penglihatan dan tidak menguasai bahasa Arab, namun ia seorang hafiz seluruh al-Quran.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari Uyun al-Khaleej, Husein Muhammad Tahir, tunanetra kecil dan berumur lima tahun Myanmar tinggal di kota Jeddah Arab Saudi.

Meski tidak menguasai bahasa Arab, namun ia berhasil menghafal al-Quran dan tilawahnya di masjid Nabawi (Saw) di Madinah al-Munawwaroh telah membangkitkan banyak sanjungan para peziarah haram Nabawi.

Ayah anak tunanetra ini mengatakan, karena aku bekerja di sebuah tempat yang jauh dari tempat tinggal keluargaku, maka beberapa waktu saja aku menemukan potensi anakku ini.

Ia menegaskan, kehadiran dan kebersamaan Husein dengan radio al-Quran termasuk salah satu faktor efektif kesuksesannya dalam menghafal al-Quran, sebagian hadis-hadis dan doa.

Kisah Kelahiran Husein dari Mulut Sang Ayah

Ayah anak kecil Myanmar ini melanjutkan kisah kelahiran putranya dan mengatakan, putraku Husein Muhammad Tahir lahir lima tahun lalu saat aku tinggal di kota Jeddah Arab Saudi, namun pasca kelahiran, sang dokter mengabarkan bahwa jari salah satu tangan putraku ada yang kurang dan ia beranggapan aku akan gelisah dengan hal ini, namun saat itu aku katakan ini adalah anugerah dari Allah dan tidak dapat menolak hadiah-Nya.

Penamaan Anak dengan Mengambil Berkah Nama Cucunda Rasulullah (Saw), Husein

Ia melanjutkan, aku menamainya Husein dengan mengambil berkah nama cucunda Rasulullah (Saw). Setelah berselang tiga bulan dari kelahiran putraku, aku baru mengerti bahwa ia sama sekali tidak merespon isyarat, lantas aku bawa ke dokter, ia berkata bahwa putraku tidak dapat melihat. Disini aku juga ridho dengan keputusan Allah dan aku pasrah terhadap ketentuan-Nya dan aku ulangi sekali lagi perkataanku sebelumnya bahwa ini adalah anugerah dari Allah dan tidak dapat menolak anugerah-Nya.

"Aku sangat suka memiliki seorang putra yang hafal al-Quran dan mempelajari ilmu-ilmu agama dan dalam hal ini sedari kecil aku didik Husein dengan hal ini, kemudian aku membelikan radio untuknya dan aku mengaturnya di gelombang al-Quran sehingga putraku dapat mendengarkan ayat-ayat suci al-Quran dan terbiasa mendengarkannya sedari kecil,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, setelah kesukaran-kesukaran hidup memaksa saya untuk meninggalkan kota Jeddah dan aku pergi menuju Madinah al-Munawwaroh untuk menemukan pekerjaan lain, pada waktu itu Husein berumur 3,5 tahun. Akhir-akhir bulan Syawal tahun ini, setelah shalat Shubuh Husein, yang saat ini berumur 5 tahun, memberitahukan hendak menziarahi masjid Nabawi (Saw), akupun berkata kepadanya, bacakan ayat-ayat suci al-Quran sehingga aku akan merealisasikan keinginanmu.

Kagum dengan Potensi Qurani Anak

Ia menegaskan, dengan tidak percaya dan kagum putraku memulai tilawahnya dengan membaca surah al-Fatihah, dan kemudian ia melantunkan surah al-Baqarah dan merampungkan dua juz pertama al-Quran, aku tidak percaya dengan apa yang sudah aku dengar dan aku lihat, untuk merasa yakin aku katakan bacalah surah lainnya, dimana Husein dari situ mulai melengkapi ayat dan juga menyebutkan nama surahnya, dengan demikian aku putuskan hari berikutnya aku bawa ia ke temanku yang mengajar al-Quran di masjid Nabawi (Saw) dan aku ceritakan kisah putraku, Husein.

Aku ceritakan kisah putraku dan aku memintanya supaya mengajari Husein sehingga aku merasa yakin. Kemudian ia menguji putra kecilku dan kami sangat kagum bahwa Husein dapat menghafal seluruh al-Quran dengan tanpa ada hambatan dari karunia penglihatan dan hanya dengan mendengarkan ayat-ayat al-Quran.

Husein; Anugerah Ilahi

Ayah Husein di penghujung mengatakan, pengajar al-Quran ini juga memanggil patnernya untuk menguji Husein, pengajar kedua juga menguji putraku dan ia mengakui bahwa putraku menghafal seluruh al-Quran, kemudian pengajar ketiga juga mengujinya dan akhirnya mereka mengakui bahwa ini secara mukjizah dapat menghafal seluruh al-Quran dan merupakan sebuah anugerah dari Allah Swt.

Mereka memintaku supaya putraku menetap di masjid Nabawi (Saw), karena di situ diselenggarakan pertemuan-pertemuan Qurani khusus para tunanetra dan dengan cara ini Husein dapat mengulang-ulang hafalannya dan juga mempelajari bahasa Arab.

Tunanetra Penghafal al-Quran/ Kisah Kelahiran dari Mulut Sang Ayah

http://iqna.ir/fa/news/3522915

Kunci-kunci: Iqna ، Al-Quran ، Penghapal ، Tunanetra
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: