IQNA

15:06 - August 22, 2018
Berita ID: 3472437
MINA (IQNA) - Para jamaah haji setelah melaksanakan salat Subuh kemarin, yang bertepatan dengan hari raya Idul Qurban di Arab Saudi, mulai melempar tiga jamarat di Mina.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Sky News, para jemaah Baitullah al-Haram setelah bermalam di Muzdalifah, memasuki tanah Mina (Masy’ar al-Haram) pada malam Idul Adha, pada pagi harinya dan setelah menunaikan salat Subuh, para jamaah mulai melakukan pelemparan tiga jamarat simbolisme kemenangan atas setan.

Pasukan keamanan Saudi berada di Mina sedari jam pertama pagi hari tersebut dan menyiapkan empat rumah sakit dan puluhan staf medis siaga untuk menangani masalah yang mungkin terjadi.

Para peziarah Baitullah al-Haram setelah lempar jamarat, menyembelih hewan qurbannya dan setelah itu bagi jamaah yang merupakan perjalanan pertama kalinya – secara ihtiyat wajib – mencukur rambut mereka dan jika bukan, maka mereka boleh mencukur dan memendekkan (rambut kepala atau kuku) dan wanita hanya melakukan pemendekan.

Para jemaah tinggal di Mina selama tiga hari (11, 12, 13) untuk lempar Jamarat dan kemudian pergi ke Mekah untuk melakukan Thawaf perpisahan, sementara para jemaah yang tidak ingin wukuf tiga hari di Mina mereka melakukan semua amalan-amalannya dalam satu atau dua hari dan kemudian pergi ke Mekah.

Lempar Jamarat (melempar kerikil), adalah amalan wajib dalam ritual haji yang berarti melemparkan 7 kerikil menuju simbol-simbol setan. Amalan ini dilakukan di tanah Mina dan dalam pada hari raya Idul Qurban dan dua hari berikutnya. Amalan ini dianggap sebagai kepatuhan simbolis kepada perilaku Nabi Ibrahim.

Jamarat (atau Jumrah) adalah kata Arab yang berarti sepotong api yang membakar dan kerikil, dalam arti agama, Jamrat atau jumrah tiga adalah nama dari tiga tempat khusus di tanah Mina, yang ditandai dengan tiang-tiang batu khusus dan karenanya disebut dengan jamarat, yaitu tempat berkumpulnya batu-batu kerikil, dimana para jemaah haji melempar ke arahnya atau baut-batu kecil dilemparkan ke arahnya atau dikarenakan masyarakat berkumpul mengelilinginya, ram’yu juga berartikan mengelilingi dan melemparkan.

 

http://iqna.ir/fa/news/3740318

 

 

Kunci-kunci: Mina ، Ritual ، Lempar Jamarat
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\