IQNA

IQNA:
8:45 - November 09, 2018
Berita ID: 3472643
INDIA (IQNA) - Meskipun Muslim India telah sangat berhasil dalam menyelenggarakan ritual dan acara-acara keagamaan, namun tidak adanya partai politik yang kuat telah menyebabkan kurangnya partisipasi efektif dalam kancah politik.

Menurut laporan IQNA, India menempati peringkat kedua setelah Indonesia dalam hal jumlah Muslim yang tinggal di negara tersebut.

Sekitar 200 juta Muslim tinggal di India, yang telah membentuk 20 persen populasi  negara ini, kendati demikian lebih dari setengah Muslim ini berada di bawah garis kemiskinan.

Terlepas dari kenyataan bahwa Islam adalah agama terbesar kedua di India, namun umat Islam tidak memiliki partai politik yang kuat dan berpengaruh, meskipun mereka telah mampu bersaing dengan selainnya melalui pembentukan universitas, lembaga budaya dan pendidikan di bidang agama dan ilmiah.

Dalam hal ini, kantor berita Arab 21, dengan tujuan menganalisis kondisi terakhir Muslim di masyarakat India dan kedudukan politik mereka, melakukan dialog dengan Abdul Salam Ahmad, Ketua Universitas Islam India di Kerala dan anggota majelis dewan Jamat-e Islami India, yang teks percakapannya adalah sebagai berikut:

Muslim India dan Kekosongan Power dalam Politik/ Kedudukan Jamaat-e Islami di Puzzle Religi Minoritas Besar

Abdul Salam Ahmad, anggota majelis dewan Jamat-e Islami India,

Pertama, tolong jelaskan tentang kondisi umat Islam di India. Bagaimana kondisi Muslim saat ini di negara ini?

Muslim di India adalah populasi Muslim terbesar kedua di dunia setelah Indonesia. Jumlah mereka mencapai 200 juta orang dan menyumbang sekitar 20 persen dari populasi negara itu. Alhamdulillah, kondisi mereka dari aspek agama sangatlah bagus, namun sebaliknya kondisi ekonomi tidaklah demikian. Tetapi mereka menghadapi problem dalam masalah ekonomi, pendidikan dan kehidupan lainnya.

Apakah kehadiran Muslim India di kancah politik sebanding dengan jumlah mereka?

Kendati Muslim adalah minoritas terbesar di negara ini setelah Hindu, namun partisipasi mereka dalam partai politik sangatlah lemah. Seperti diketahui, dalam partai politik jumlah adalah penting, dan bertolak bahwa mayoritas di partai politik adalah non-Muslim, maka sangat wajar jika mereka lebih peduli tentang masalah-masalah mereka sendiri daripada masalah-masalah yang terkait dengan umat Islam.

Muslim India dan Kekosongan Power dalam Politik/ Kedudukan Jamaat-e Islami di Puzzle Religi Minoritas Besar

Apakah Muslim di India memiliki partai politik yang menjadi juru bicara mereka?

Ya. Muslim di India memiliki partai politik, terutama di Kerala. Ada persatuan Muslim di sana. Mereka juga memiliki partai di Hyderabad, di propinsi Telangana. Ada partai lain di wilayah lain, tetapi partai-partai ini tidak memiliki power kecuali di Kerala. Aliansi Muslim Kerala adalah partai yang kuat dan bersekutu dengan Partai Kongres Nasional dan kadang-kadang Muslim berpartisipasi dalam koalisi pemerintah Kerala, tetapi tidak ada partai yang kuat yang mewakili Muslim di India.

Dua tahun lalu, Jamaat-e Islami India mendirikan partai politik yang disebut dengan Partai "Kesejahteraan", sebuah partai baru yang ingin mewakili umat Islam di kancah politik.

Ceritakan sedikit tentang Jamaat-e Islami di India.

Jamaat-e-Islami adalah salah satu gerakan Islam yang paling berpengaruh dan aktif di India, yang didirikan oleh Sayyid Abul A'la Maududi pada tahun 1941. Maududi menggambarkan prinsip dan dasar-dasar Islam yang berkaitan dengan kegiatan Jamaat ini dengan menulis sebuah buku berjudul "Istilah Empat Alquran." Dia menekankan aspek politik Islam, yang pernah tidak terlalu diperhatikan di kalangan umat Islam, dan berbicara sangat banyak tentang kekhalifahan dan politik dalam Islam.

Pada masa pembagian India, Sayyid Abul A'la Maududi meninggalkan India dan menetap di Pakistan. Ia mendirikan Jamaat-e Islami. Jamaat-e Islami India dihidupkan kembali oleh Sheikh Abul Lais Islahli dan sekarang aktif di semua propinsi India dan memiliki lembaga penerbitan dan melakukan sejumlah kegiatan politik, sosial, budaya dan dakwah. Demikian juga Jamaat-e ini memiliki institusi akademisi.

Muslim India dan Kekosongan Power dalam Politik/ Kedudukan Jamaat-e Islami di Puzzle Religi Minoritas Besar

Apakah Jamaat-e Islami merupakan partai politik yang sah?

Jemaat-e Islami bukanlah partai politik, namun sebuah komunitas agama dan tidak perlu diakui oleh pemerintah India. Karena setiap warga negara India memiliki hak untuk mendirikan suatu partai atau komunitas, asalkan itu tidak melanggar hukum biasa. Jamaat-e Islami adalah komunitas religius, namun partai "kesejahteraan" adalah partai nasional dan bukan agama. Karena partai politik didirikan pada prinsip-prinsip seperti sekularisme dan demokrasi. Partai kesejahteraan dibentuk atas dasar ini.

Anda menyebutkan kehadiran Jamaat-e Islami di semua provinsi di India dan di sisi lain, ada sejumlah laporan tentang perpecahan di kalangan umat Islam di India. Pertama, mengapa ada perpecahan dan kedua apakah telah dilakukan upaya untuk menyatukan umat Islam di negara ini?

Sayangnya, ruang Islam India tidak homogen dan ada berbagai partai Islam di negara ini. Partai Islam terbesar India adalah Jam’iyah Ulama India, yang mengawasi Darool Uloom dan sejumlah lembaga Islam besar yang mencakup banyak Muslim India, dan sebagian besar cendekiawan Muslim di India juga lulusan Universitas Darool Uloom ini. Sekolah Barelwi (Ahlusunah pecinta Ahlulbait), Sufisme dan Salafisme juga di antara mazhab Islam lainnya yang marak di India.

Apa Kedudukan Jamaat-e Islami dalam puzzle agama Muslim di India?

Jamaat-e-Islami menempati posisi ketiga setelah sekolah Barelwi dan Jam’iyah Ulama, tetapi komunitas ini berbeda dari partai-partai Islam lainnya dalam hal kegiatan-kegiatan yang terkoordinir dan kehadiran yang terorganisasi di semua provinsi di India. Tetapi Jam’iyah Ulama India, kendati besar, namun tidak memiliki perwakilan di semua propinsi.

Apa otoritas keagamaan Jam’iah Ulama sebagai perwakilan terbesar kaum Muslim di India?

Otoritas keagamaan Jam’iyah Ulama dikarenakan lembaga Darool Uloom, yang metode pendidikannya adalah perpaduan Barelwi dan Salafisme. Populasi cenderung pada keyakinan Salafi pada beberapa masalah dan dalam beberapa kasus cenderung ke Barelwi, dan mereka adalah konservatif yang tidak menerima perubahan apapun, mereka tidak banyak peduli tentang situasi kaum Muslim dan secara politik condong pada partai Kongres Nasional.

Muslim India dan Kekosongan Power dalam Politik/ Kedudukan Jamaat-e Islami di Puzzle Religi Minoritas Besar

Apakah kurangnya perspektif politik di kalangan partai-partai Islam menyebabkan mereka dimanfaatkan secara politik oleh partai-partai Hindu atau Partai Kongres Nasional?

Pemerintahan India saat ini dijalankan oleh partai radikal Hindu dan mereka tidak ada hubungannya dengan partai-partai Islam. Tetapi partai Hindu ekstremis ini mencoba untuk berhubungan dengan Barelwi dan Sufi, sampai pada batas Perdana Menteri India berkontribusi pada konferensi mereka dan mengatakan tentang niat pemerintah untuk mengkonfirmasi Sufi. Karenanya, ada koalisi antara Hindu ekstrem dan Sufi.

Namun partai Kongres Nasional telah berinteraksi dengan Jam’iyah Ulama Muslim India sejak kolonialisme Inggris. Status Jamaat-e Islami berbeda dengan partai-partai lainnya dan semua pihak tahu bahwa Jamaat-e ini memiliki kebijakan-kebijakan sendiri dan anggotanya tidak aktif di partai-partai India lainnya. Para anggota Jamaat-e ini berbicara tentang pembentukan kekhalifahan di empat puluhan tahun terakhir, tetapi keyakinan-keyakinan mereka berubah dan menjadi dewasa, dan Jamaat-e Islami mendirikan partainya dalam bentuk partai "kesejahteraan".

Apa orientasi keagamaan dan intelektual Jamaat-e Islami?

Jamaat-e Islami India cenderung ke arah ideologi-ideologi kelompok Ikhwanul Muslimin yang muncul dalam situasi yang seperti ini. Pendiri partai ini, Sayyid Abul A'la Maududi, awalnya memulai aktivitasnya di subbenua India dalam dua puluh tahun terakhir. Sebagaimana Hassan al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin, memulai aktivitasnya di Mesir dan mengangkat ideologi-ideologi ini terkait dengan persatuan Islam, khalifah dan Islam yang komprehensif dan sempurna, tanpa ada harmoni yang telah ditentukan di antara mereka.

Dalam kondisi saat ini, kelompok Ikhwanul Muslimin sedang mengalami kesulitan di dunia Arab. Apakah kondisi mereka mempengaruhi Anda di India?

Sejak kemunculan Jamaat-e Islami, tidak ada hubungannya dengan gerakan Islam di luar India dan bekerja sangat hati-hati dengan gerakan Muslim. Karena hubungan ini mempengaruhi kegiatannya dengan melihat beberapa kepekaan atas Pakistan dan Bangladesh, karenanya Jamaat-e Islami telah menekankan kemandirian dan ketidakikutsertaannya dengan gerakan asing. Karennya, Jamaat-e Islami India jauh dari masalah yang dihadapi oleh gerakan-gerakan Islam lainnya yang ada di dunia Arab.

Namun, setiap masalah yang berkaitan dengan masalah gerakan Islam di dunia Arab, termasuk kelemahan dan kemajuan mereka, mempengaruhi kelompok-kelompok Islam di India dan negara-negara lain, karena semua orang tahu bahwa Jamaat-e Islami pada akhirnya adalah perpanjangan dari Ikhwanul Muslimin.

Muslim India dan Kekosongan Power dalam Politik/ Kedudukan Jamaat-e Islami di Puzzle Religi Minoritas Besar

Tolong jelaskan tentang Syiah India.

Syiah India tidak memiliki organisasi dan partai khusus dan rasio mereka sangat rendah dibandingkan dengan pengikut mazhab Islam lainnya, sehingga jumlah mereka hanya dua persen dibandingkan dengan pengikut mazhab-mazhab lain dan tariqoh Islam, namun tetap memiliki kegiatan dan program mereka sendiri.

Apakah ada hubungan antara Jamaat-e Islami India dan Jamaat-e-Islami Pakistan?

Sayangnya, meskipun latar belakang Islam kami dan mereka adalah satu, namun tidak ada hubungan formal antara kami dan mereka. Kami adalah Jamaat-e Islami India murni, tetapi pemerintah India menyebut Jamaat-e-Islam Pakistan dalam beberapa hal sebagai asosiasi yang bermusuhan. Oleh karena itu, kami lebih memilih untuk menghindari masalah yang disebabkan oleh koneksi ini.

Berdasarkan statistik yang Anda berikan, umat Islam telah membentuk 20% populasi India, namun mereka berada dalam situasi ekonomi yang buruk, mengapa?

Secara ekonomi, 55% Muslim di India hidup di bawah garis kemiskinan dikarenakan mereka terpinggirkan dan mayoritas dari mereka adalah pekerja sederhana dan siapa saja yang dapat membuat kemajuan dan memperoleh kekayaan akan menghadapi banyak masalah oleh partai radikal Hindu.

 

http://iqna.ir/fa/news/3760580

 

 

Kunci-kunci: India ، Muslim India ، Politik ، Minoritas Besar
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\