IQNA

Penulis Tafsir Shams:
22:40 - December 17, 2018
Berita ID: 3472741
IRAN (IQNA) - Hujjatul Islam wal Muslim Mostafa Boroujerdi, penulis tafsir Quran Shams, dalam acara launching karya ini, dengan menekankan bahwa Alquran tidak dapat diterjemahkan, menyatakan: "Setiap terjemahan dari Alquran dianggap tafsir dan rahasia Alquran harus dicari dalam tafsir-tafsirnya."

Menurut laporan IQNA, Hujjatul Islam wal Muslim Mostafa Boroujerdi, dalam acara launching tafsir Shams, yang diadakan kemarin, (16 Desember 2018) di IQNA, dalam menjelaskan mengapa bait-bait syair sedikit sekali digunakan dalam karya ini: saya jelaskan dalam pengantar karya yang mana saya selalu mencoba memulai hari saya dengan satu ghazal dan Masnawi, namun demikian, saya mempertimbangkan satu miliar audien untuk buku ini.

“Syair juga tidak bisa diterjemahkan seperti Alquran. Setiap terjemahan syair mengurangi muatan makna dan kapasitan puisi. Atas dasar ini, mungkin, seseorang dapat menemukan bait-bait dalam tafsir ini hanya seitungan satu atau dua jari tangan saja,” imbuhnya.

Boroujerdi melanjutkan, saya percaya bahwa Alquran tidak dapat diterjemahkan. Setiap kali kita mencoba untuk menjelaskan keindahan-keindahan ayat-ayat Alquran dalam bentuk kata-kata, kami akan kehilangan sebagian muatan semantik dan keindahan verbal kalimat. Kini sudah ada lebih dari 75 terjemahan Alquran dalam bahasa Persia, tetapi kurang pas di hati. Penerjemahan yang tidak diterima menunjukkan ketidakcocokan terjemahan itu dengan Alquran yang ada.

Tadabur, Gerak Dibalik Alquran

Ia lanjut mengatakan: “Setiap terjemahan dari Alquran adalah sebuah tafsir. Rahasia Alquran harus dicari di dalam tafsirnya. Alquran telah merekomendasikan harus mentadabur firman-Nya, dan tadabur artinya adalah untuk bergerak di belakang Alquran. Masalah-masalah masyarakat saat ini adalah bahwa kita kadang-kadang ingin mendahului Alquran dan mengangkat isu-isu yang bukan bagian dari agama. Ini adalah tantangan besar bagi masyarakat Islam. Jika Alquran ada di depan kita, kita dapat lebih banyak menggunakannnya.”

Di akhir pidatonya, Boroujerdi menekankan: tafsir Alquran Shams adalah hasil dari 10 tahun keheningan: keheningan perenungan dalam kata-kata Alquran.

Tafsir Shams, Suatu Kebanggaan Besar

Seyed Mohammad Hussein Hashemi, asisten budaya Organisasi Budaya dan Komunikasi Islam, juga menjadi pembicara acara tersebut, yang mengatakan bahwa diplomat dan duta besar Iran telah mengomentari tafsir ini dan menyebutnya sebagai suatu kebanggaan nan berharga serta tafsir ini adalah kebanggaan besar di tingkat internasional.

Dia menambahkan, Hujjatul Islam Mostafa Borujerdi adalah salah satu duta besar sukses Republik Islam Iran yang telah menulis tafsir 10 jilid ini. Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam mencari peluang untuk menerjemahkan karya berharga ini ke dalam bahasa Arab dan Prancis untuk disajikan secara internasional.

Isa Alizadeh, wakil kebudayaan akademik jihad, juga memberikan penjelasan tentang aktivitas organisasi kegiatan Alquran di bidang penelitian, pendidikan, kewirausahaan dan pertumbuhan, dan mengumumkan terjemahan berita IQNA ke dalam 19 bahasa.

Versi Elektronik Shams

Mohammad Bagher Ansari, kepala lembaga Bustan Kitab dan penerbit tafsir Shams, juga pembicara terakhir dalam pertemuan tersebut, yang menyatakan: karya ini adalah salah satu tafsir berat Alquran. Di Bustan buku, kami bermaksud untuk mempersiapkan salinan versi elektronik buku ini, yang ditawarkan kepada teman-teman yang hadir di acara hari ini.

 

http://iqna.ir/fa/news/3772792

 

 

Kunci-kunci: Iran ، Mostafa Boroujerdi ، Alquran
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\