IQNA

Ramadan di Sri Lanka:
8:39 - May 16, 2019
Berita ID: 3473122
SRI LANKA (IQNA) - Bulan suci Ramadan sangat penting di kalangan Muslim Sri Lanka, dan orang-orang yang berpuasa Sri Lanka, selain tidak makan dan minum, berusaha untuk mengkhatamkan Alquran secara individu, berpartisipasi dalam acara I’tikaf di masjid dan meringankan masyarakat yang membutuhkan.

Menurut laporan IQNA, Sri Lanka adalah nama resmi Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka, sebuah pulau yang terletak di Asia Selatan, Samudra Hindia, dan India Selatan. Nama lama adalah Ceylon. Ibu kotanya adalah Sri Jayewardenepura Kotte dan ibukota bisnisnya, Kolombo. Sebelum tahun 1972, negara itu disebut "Ceylon". Sri Lanka sebelumnya adalah koloni Inggris.

Sri Lanka adalah negara kepulauan. Pada abad kedua belas dan ketiga belas pedagang Muslim mulai berdagang di pulau itu, dan sampai awal abad keenam belas, sampai tahun 1505 Portugis menaklukkan daerah pantai Sri Lanka dan mengendalikan situasi.

Pada 1658, Belanda menduduki tempat Portugis, dan pada 1795 Inggris menduduki kekuasaan Belanda, dan pada 1798 menjadi koloni resminya. Pada tahun-tahun Perang Dunia Pertama, gerakan kemerdekaan dimulai di Sri Lanka, dan kebebasan lahiriah Inggris tidak dapat memuaskan gerakan ini, dan akhirnya, pada tanggal 4 Februari 1948, negara tersebut mencapai kemerdekaan penuh.

70 persen masyarakat Sri Lanka adalah penganut Buddha, 13 persen Hindu dan 10 persen Muslim, dan Muslim dengan populasi sekitar dua juta, termasuk salah satu minoritas di antara 21 juta warga Sri Lanka.

Menyambut Ramadan

Perilaku Muslim di Sri Lanka selama Ramadan mirip dengan kaum Muslim lainnya di berbagai belahan dunia. Upaya untuk membersihkan dan mengecat rumah-rumah, mempersiapkan dimulainya Ramadan, dan berusaha untuk memastikan awal bulan di antara umat Islam di Sri Lanka adalah hal yang sudah khas, dan dalam hal ini, Jamiyyathuul Ulama Sri Lanka adalah satu-satunya badan yang diterima secara resmi.

Bulan Mengkhatamkan Alquran dan Iktikaf di Masjid

Menurut pengumuman atase kebudayaan Iran di Kolombo, kehadiran maksimum di masjid-masjid sebelum salat berjamaah, berbuka puasa di sebagian besar masjid dan menjamu orang-orang yang berpuasa dengan sup nasi (kanji), sambosa, kurma dan air, salat tarawih dan  acara malam Lailatul Qodar adalah salah satu tradisi lain yang terlihat pada bulan puasa di negara ini.

Acara malam Lailatul Qodar akan diadakan pada dekade terakhir Ramadan dan akan dimulai pukul dua belas. Setelah selesai salat Tarawih, pidato singkat, lalu lima kali salat sebanyak dua rakaat, ditambah satu kali salat (yang sejatinya adalah salat malam).

Iktikaf

Di Sri Lanka, acara iktikaf adalah hal yang biasa dilakukan pada dekade terakhir bulan Ramadan, orang-orang menghabiskan 10 hari ini di masjid.

Bulan Mengkhatamkan Alquran dan Iktikaf di Masjid

Demikian juga, penyediaan makanan kering dari orang-orang yang mampu untuk orang-orang miskin dan yang membutuhkan dapat dilihat di Sri Lanka selama bulan Ramadan, dan sup nasi (kanji) dan kurma dianggap makanan tetap berbuka di semua belahan negara ini. Bahkan masjid setiap hari memasak sup ini dengan jumlah yang signifikan dan diberikan kepada para Jemaah yang datang untuk dibawa pulang ke rumah.

Mengkhatamkan Alquran Secara Individual

Membaca Alquran secara individual termasuk salah satu ritual Muslim Sri Lanka lainnya pada hari ini dan mereka berusaha mengkhatamkan Alquran sebelum dimulainya acara Lailatul Qodar dan selama duapuluh hari.

Bulan Mengkhatamkan Alquran dan Iktikaf di Masjid

Menyantap makan sahur adalah hal yang biasa di antara kebanyakan orang. Sebagian besar Muslim Sri Lanka biasanya adalah pengguna akhir dari pusat perbelanjaan dan restoran, karena memiliki pekerjaan sepanjang hari. Prosedur ini lebih sering muncul selama bulan Ramadan, dan orang yang berpuasa akan cenderung pergi ke restoran setelah selesainya salat Tarawih dan menghabiskan berjam-jam di tempat-tempat ini.

Usaha dan kegembiraan di pusat perbelanjaan untuk menyediakan persediaan yang diperlukan, terutama pakaian dan persiapan untuk memasuki Idul Fitri, adalah tradisi lainnya di bulan suci Ramadan.

 

http://iqna.ir/fa/news/3811284

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\