IQNA

11:22 - June 17, 2019
Berita ID: 3473183
INDIA (IQNA) - Kepala universitas mazahib Islam, yang melakukan perjalanan ke India, menandatangani MoU kerjasama dengan para kepala universitas Jawaharlal Nehru dan Noida Delhi dan Institut Penelitian Ilmu Sosial negara itu.

Menurut laporan IQNA dilansir dari humas universitas mazahib Islam, Hujjatul Islam Mohammad Hussein Mokhtari, kepala universitas mazahib Islam, yang melakukan perjalanan ke India, menandatangani nota kesepahaman selama pertemuan dengan beberapa pusat ilmiah dan akademik.

Sebuah nota kesepahaman antara universitas mazahib Islam dan Institut Penelitian Ilmu Sosial Delhi ditandatangani oleh kepala dua pusat lembaga akademik selama kunjungan Mokhtari ke institut tersebut. Penyelenggaraan konferensi bersama, pertemuan ilmiah dan penelitian, penerbitan buku dan peluang studi adalah di antara isi dari kesepahaman tersebut.

Demikian juga, MoU tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan profesor, penelitian,  konferensi bersama, peluang belajar dan lain-lain. Institut Penelitian Ilmu Sosial Delhi adalah salah satu pusat penelitian utama di bidang agama, filsafat, media, psikologi dan ilmu sosial, dan bekerja sama dengan universitas-universitas besar Iran.

Demikian juga, selama kunjungan Hujjatul Islam Mokhtari dari Universitas Noida, sebuah MoU kerja sama ditandatangani oleh kepala kedua universitas. Pertukaran mahasiswa dan profesor, penelitian dan konferensi bersama, dan peluang belajar adalah di antara ketentuan dari MoU ini.

Universitas ini memiliki 3.000 mahasiswa, 110 anggota dewan ilmiah, dan 300 mahasiswa asing dari berbagai negara dan pelbagai fakultas di berbagai bidang seperti kedokteran, keperawatan, humaniora, dan teknik.

Kesepakatan lain yang ditandatangani dengan Universitas Jawaharlal Nehru, yang mencakup kerjasama ilmiah, penelitian, peluang belajar, penggunaan pusat-pusat bahasa dari kedua universitas untuk pengajaran bahasa, mengadakan kursus, workshop dan konferensi.

Universitas, yang dikenal sebagai wadah pemikir di India, menerima siswa dari berbagai negara, termasuk Iran, dan memiliki 8.000 mahasiswa.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3819728

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\