IQNA

15:28 - July 03, 2019
Berita ID: 3473235
IRAN (IQNA) - Beberapa masalah, termasuk autisme dan jauh dari kehidupan sosial, tidak ada satupun darinya mampu menghambat tekad sejumlah anak muda dan remaja untuk menghafal seluruh Alquran. Tentu saja, seseorang seharusnya tidak mengabaikan talenta yang telah dianugerahkan oleh Allah swt.

Menurut laporan IQNA, ada banyak orang yang menghafal Alquran sejak usia dini dan kendati mereka telah bergumul dengan banyak masalah dan penyakit, namun mereka tetap meneruskan untuk menghafal Alquran, karena tekad dan kemauan mereka. Akhirnya, mereka berhasil menghafal seluruh kalam wahyu Ilahi ini. Tentu saja, di jalan ini, upaya dan bantuan pengajar dan orang tua serta talenta yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya tidak boleh diabaikan, karena bantuan mereka sebagai pelita menjadi penerang jalan menuju jalan berliku para hafiz Alquran. Mungkin jika tidak mendapat bantuan kedua orang tua dan para pengajar, mereka tidak akan dapat mencapai keberhasilan tersebut. Dalam laporan ini, kami memperkenalkan para jenius muda sebagai berikut:

Yusuf Aslam

Yusuf Aslam, seorang anak kecil asal Inggris (keturunan Mesir) berusia tujuh tahun, tinggal di Luton, selatan Inggris. Dalam dua tahun, ia mampu menghafal seluruh Alquran. Maryam, kakak perempuan Yusuf, dua tahun sebelumnya juga mampu menghafal seluruh Alquran pada usia tujuh tahun dan ia pun membantu saudaranya dalam menghafal Alquran.

Para Jenius Muslim Pemecah Rekor Hafalan Alquran (bagian 1)

Ibu Yusuf Aslam mengatakan: "Itu seperti mimpi; saya tidak percaya dia bisa menghafal seluruh Alquran pada usia ini. Allah memberikan kasih sayang-Nya sehingga kita bisa menempuh jalan ini. "

"Saat saya bekerja, Maryam memainkan peran besar dalam hal ini, karena dia memiliki kekuatan hafalan yang luar biasa dan bantuan besar untuk saudaranya," kata ibu Yusuf, merujuk pada peran kakak perempuan Yusuf dalam membantu menghafal Alquran.

Ibunya mengatakan, "Dia jauh dari kehidupan sosial dan hidup dengan Alquran selama dua tahun ini, dan semua perhatiannya tertuju pada kalam wahyu Ilahi."

Para Jenius Muslim Pemecah Rekor Hafalan Alquran (bagian 1)

Dia menambahkan: "Alhamdulillah, Yusuf, dengan melihat saudari perempuannya yang sudah menempuh jalan ini, dengan mudah mencapai tahap menghafal Alquran adalah hal yang biasa untuknya. Selain itu, dia sangat tertarik untuk mendengarkan Alquran ketika saat hendak tidur dan dia sangat suka belajar Alquran."

"Kami janjikan kepada Yusuf, yang sangat ingin menjadi hafiz Alquran seperti saudarinya setelah selesai menghafalkan, kami akan adakan perayaan untuknya dan akan kami siapkan apa yang dia minta, dimana hadiah utamanya adalah ziarah umrah ke Baitullah," kata ibu Yusuf, yang menjelaskan bahwa ia telah berhenti bekerja dan fokus untuk mendidik anak-anaknya berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

Kepada orang tua yang takut kesulitan menghafal Alquran untuk anak-anak mereka, ibu hafiz cilik ini mengatakan, sangat mudah bagi anak-anak untuk melakukan ini setelah berjalan sekitar satu bulan, dan mereka dapat dengan mudah menghafal beberpa ayat setiap hari.

Juga, ibu Yusuf menekankan perlunya orang tua mempelajari hukum-hukum tajwid untuk membantu anak-anak. Di halaman Facebooknya, ia membantu ratusan ibu Muslim yang mencari bimbingan untuk mengajar anak-anak mereka untuk mengajarkan Alquran. “Semua orang tua perlu tahu atau belajar tentang tajwid untuk membantu anak-anak mereka. Sangat memuaskan saat mendengar suara anak-anak ketika membaca firman-firman Allah, tetapi pendidikan penuh anak-anak membutuhkan spirit yang lebih positif. Anda akan melihat hasil positif lebih cepat ketika Anda memiliki andil dalam pendidikan anak Anda,” ucapnya.

Para Jenius Muslim Pemecah Rekor Hafalan Alquran (bagian 1)

Yusuf Shahin

Yusuf Shahin, seorang remaja Palestina berusia 12 tahun yang tinggal di kota Salfit (Salfeet)di tepi barat sungai Yordania, dan seorang hafiz seluruh Alquran. Yusuf Shahin, yang menderita autisme dan penyebaran mental dengan banyak gerakan fisik sejak lahir, memiliki ingatan kuat yang dapat menghitung matematika dengan cepat dan singkat, dan ia juga menghafal Alquran dengan sangat singkat.

Para Jenius Muslim Pemecah Rekor Hafalan Alquran (bagian 1)

Inas Shahin, ibunda Yusuf sehubungan dengan putranya mengatakan: "Ketika anak saya lahir, saya tidak tahu bahwa ia menderita penyakit autisme, dan saya mengetahui masalah ini ketika ia masuk sekolah. Para guru mengamatinya dan  menyatakan bahwa Yusuf hanya memahami angka dan perhitungan matematika. Jadi saya membawanya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan sampai pada akhirnya saya mengetahui ternyata Yusuf menderita autisme. "

"Yusuf adalah anak kelima kami dan ia memiliki banyak minat dalam angka dan perhitungan matematis," katanya. Lambat laun hasratnya pada ilmu-ilmu Alquran semakin surut. Di kelas tiga, mereka menuangkan seluruh waktunya dengan Alquran dan sangat sukar untuk mengucapkan kalimat saat ia memasuki kelas empat. Saya mencoba mengajarkan huruf-huruf Arab menggunakan berbagai metode, tetapi ini hanya mungkin dilakukan melalui Alquran, dan dengan cara ini minatnya pada Alquran semakin meningkat sampai pada akhirnya ia dapat menghafal seluruh Alquran," ucapnya.

Ibu Yusuf menekankan peran neneknya yang berusia 70 tahun dalam menghafal Kitab Allah dan menyatakan: "Dia, yang menghafal beberapa juz Alquran, terus-menerus mendudukkan Yusuf di sandingnya dan membaca Alquran di depannya. Saya juga membaca beberapa ayat untuk Yusuf, dan dia mengulangi apa yang telah saya baca. "

Faras Ziyab, salah seorang pengajar sekolah di kota Salfit mengatakan,"Kehidupan Yusuf terkait dengan Alquran, saya telah berulang kali memberinya buku cerita, tetapi dia hanya suka membaca Alquran."

Saif Mostafa Latif

Saif Mostafa Latif, anak kecil berusia 13 tahun yang tinggal di Basra, Irak, telah menghafal Alquran sejak usia delapan tahun dan pada usia 9 tahun berhasil menghafal seluruh Alquran. Pada usia delapan tahun, ia mulai mengajar Alquran, bersama dengan gurunya, Shabah Jasim, ustad kenamaan Basra.

Ketika dia berhasil menghafal Alquran dengan sempurna, diselenggarakan perayaan hafalan Alquran di Pakistan dengan para pelajar Alquran Irak dan Pakistan lainnya.

Para Jenius Muslim Pemecah Rekor Hafalan Alquran (bagian 1)

"Ini adalah pertama kalinya saya dalam kompetisi internasional, pertama kali saya datang ke Iran, dan itu sangat bagus," katanya dalam sebuah wawancara untuk pertama kalinya dalam MTQ Internasional Iran ke-36 yang diadakan pada bulan April lalu.

Terkait perasaannya terhadap Iran, ia mengatakan, "Iran adalah negara yang bersahabat dan bertetangga dengan Irak. Dari saat pertama saya tiba di Iran, saya memiliki perasaan yang sangat baik dan manis untuk negara ini dan rakyatnya, karena sampai hari ini saya melihat perilaku yang baik dari rakyat Iran. Nuansa musabaqoh ini juga sangat baik dan menyenangkan serta memberikan kedamaian yang luar biasa bagi kami. "

Para Jenius Muslim Pemecah Rekor Hafalan Alquran (bagian 1)

Saif Mostafa Latif meraih gelar hafiz Quran termuda di Irak, Pada 2016.

 

http://iqna.ir/fa/news/3822320

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\