IQNA

13:11 - July 28, 2019
Berita ID: 3473308
MALAYSIA (IQNA) - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Anadolu Turki yang mana di situ menguraikan sikap Malaysia tentang perkembangan dunia Muslim, menggambarkan apa yang disebut dengan "kesepakatan abad ", telah melanggar prinsip-prinsip demokrasi.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, dalam menanggapi pertanyaan tentang sikap Malaysia dalam masalah Palestina, Mahathir Mohamad mengatakan: "Masalah ini belum dijelaskan dengan baik di media. Seolah-olah semacam kesepakatan telah dilakukan antara media dunia yang mana masalah-masalah Palestina tidak disorot.

Dia menambahkan, tidak ada omongan bagaimana wilayah Palestina diambil dari tangan Palestina sampai pembentukan rezim Zionis. Kami memiliki tugas untuk selalu mengupas akar penyebab munculnya terorisme.

Ya, mereka ingin membenarkan tindakan mereka, meskipun tindakan mereka jelas melanggar hukum internasional. Dalam rencana ini, proses demokrasi telah diabaikan. Wilayah Palestina juga telah diambil alih oleh Israel dengan tanpa memperhatikan pendapat dan perasaan orang-orang Palestina dan menyerahkannya kepada Israel,” katanya tentang rencana damai Trump, yang disebut "Kesepakatan Abad ", yang didukung oleh beberapa negara Arab Teluk Persia.

Perdana Menteri juga mengatakan tentang masalah Muslim Rohingya di Myanmar. “Perlakuan terhadap Muslim negara ini adalah sejenis bentuk genosida, dan Malaysia menentang genosida dan perlakuan tidak adil terhadap warga. Pemerintah Myanmar harus memperlakukan orang-orang Muslim ini seperti warga negara lain atau mengizinkan mereka membentuk pemerintahan di tanah mereka sendiri,” ucapnya.

Mahathir Mohamad juga meminta pemerintah untuk memperlakukan minoritas muslim Uighur di Xinjian secara adil, dan menambahkan bahwa perbedaan agama Muslim China seharusnya tidak mempengaruhi tindakan pemerintah China terhadap mereka. Ketika pemerintah melakukan kekerasan, maka akan sulit menemukan solusi yang baik.

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\