IQNA

23:12 - July 29, 2019
Berita ID: 3473314
IRAN (IQNA) - Muslim dunia, dengan mengkritik kobaran perang Arab Saudi di Yaman dan pembunuhan ribuan warga sipil tak berdosa, menyerukan boikot atas perjalanan haji.

Menurut laporan IQNA dilansir dari sbs.com, diperkirakan sekitar dua juta Muslim akan berpartisipasi dalam ritual haji tahun ini, tetapi setiap hari semakin banyak jumlah Muslim yang menuntut pemboikotan perjalanan haji ke Arab Saudi guna menentang kobaran perang Arab Saudi dan pembunuhan warga sipil Yaman.

Faraz Rahman, pembuat film yang berbasis di Sydney ini percaya bahwa menunaikan haji dalam kondisi saat ini secara moral tidaklah tepat.

“Berangkat haji berarti menyumbang keuangan ke rezim Saudi, yang saat ini membantai Muslim Yaman, yang bertentangan dengan tujuan awal haji,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rahman menambahkan, saat ini para pemimpin agama terkemuka menuntut pemboikotan haji. Saya harap para pemimpin agama lainnya memberikan himbauan sedemikian rupa.

Warga Muslim lainnya di Melbourne, Australia, yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya, mengatakan: "Tidak ada cara lain bagi Muslim di dunia selain memboikot Arab Saudi dan mengirim pesan kepada pihak berwenang Saudi untuk menghentikan kegilaan ini (perang di Yaman).

Ani Zonneveld, kepala organisasi Muslim dalam melayani kemajuan nilai-nilai, yang berkantor pusat di Amerika Serikat, juga mengatakan: “Haji bagi umat Islam berarti memurnikan jiwa dan berkomunikasi dengan Allah, tetapi dalam situasi saat ini, berangkat Haji berarti mendukung rezim penindas Saudi, yang menjadi penyebab kelaparan di Yaman.”

Adel Salman, Wakil Dewan Islam Victoria di Australia, mengatakan: “Meskipun tidak mendukung boikot, tetapi dapat dimengerti mengapa begitu banyak Muslim di dunia menginginkan boikot Arab Saudi. Dipahami bahwa orang lain menganggap Arab Saudi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan di Yaman dan faktor penderitaan rakyat negara ini.”

 

http://iqna.ir/fa/news/3830438

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\